Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 18 poin atau 0,22 persen di level 8.658 pada Jumat, 5 Desember 2025, meskipun analis memprediksi pergerakan datar di tengah pasar Asia yang variatif. Kemudian, IHSG naik ke level 8.640 atau 0,33 persen, menandakan fase konsolidasi sebelum potensi reli. Investor diimbau memperhatikan level support dan resistance utama.
Pada pembukaan perdagangan Jumat, 5 Desember 2025, IHSG menguat 18 poin atau 0,22 persen menjadi 8.658, menurut data Bursa Efek Indonesia. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berpotensi sideways hari itu. "IHSG berpotensi sideways hari ini," katanya dalam riset harian.
Konteks pasar Asia pada Kamis sebelumnya bervariatif, dengan Nikkei 225 Jepang naik 2,33 persen dan Topix 1,92 persen, didorong data ekonomi AS yang lemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pekan depan. Saham Fanuc melonjak 12,98 persen setelah kemitraan dengan Nvidia untuk robot industri berbasis AI, sementara Yaskawa Electric naik 11,37 persen berkat kerja sama dengan SoftBank Group, yang sahamnya naik 9,18 persen. Namun, Kospi Korea Selatan turun 0,19 persen dan Kosdaq 0,23 persen. Wall Street mayoritas menguat, dengan S&P 500 naik 0,11 persen, Nasdaq Composite 0,22 persen, dan Dow Jones turun tipis 0,07 persen.
Pada sesi perdagangan, IHSG berada di level 8.640 setelah naik 0,33 persen. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyatakan IHSG sedang berkonsolidasi untuk melanjutkan tren naik ke 8.703, asalkan bertahan di atas support minor 8.598. Jika turun di bawah level itu, IHSG berpotensi terkoreksi ke 8.564. Level support lainnya di 8.564, 8.493, 8.361, dan 8.255, sementara resistance di 8.703, 8.770, dan 8.866.
Sementara itu, pasar Asia-Pasifik merosot pada pembukaan Jumat, dengan Nikkei 225 anjlok 1,36 persen dan Topix 1,12 persen, dipicu kinerja Wall Street yang lesu. Kospi flat, Kosdaq turun 0,25 persen, ASX 200 turun 0,17 persen, dan futures Hang Seng merosot. Investor menanti keputusan The Fed pada 9-10 Desember 2025.
Ivan merekomendasikan lima saham potensial: AADI (beli 7.050-7.300, target 7.750), ADRO (beli 1.750-1.800, target 1.965), ANTM (beli 2.800-2.850, target 3.130), BBCA (beli 7.800-8.000, target 8.700), dan GOTO (beli 54-57, target 71). Dukungan di 8.550-8.600 dan resistance 8.650-8.700 juga disebutkan oleh Fanny.