IHSG dibuka menguat di tengah bursa Asia yang lesu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 43 poin atau 0,49 persen di level 8.969 pada Jumat, 9 Januari 2026, setelah penurunan tipis sehari sebelumnya. Analis memprediksi potensi kenaikan lanjutan jika bertahan di level support kunci. Faktor ini dipengaruhi oleh penyelidikan anti-dumping China terhadap Jepang dan data lapangan kerja AS yang lemah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, dengan penguatan 43 poin atau 0,49 persen, mencapai level 8.969. Hal ini menandai rebound dari penutupan Kamis sebelumnya yang melemah 0,22 persen ke 8.925,47, setelah sempat menyentuh kisaran 9.000 secara intraday.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan jika bertahan di support 8.900. "IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8.900," katanya dalam riset harian. Ia menetapkan support di 8.900-8.920 dan resistance di 8.950-9.000.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat peluang rebound dengan support di 8.839, 8.714, 8.599, dan 8.493, serta resistance di 9.052, 9.123, dan 9.169. "Namun (IHSG) tetap berpotensi melanjutkan tren naik untuk menguji resisten 9.052," ujarnya.

Pergerakan ini terjadi di tengah mayoritas bursa Asia yang turun pada Kamis. Nikkei 225 Jepang melemah 1,63 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,17 persen, dan CSI 300 China anjlok 0,82 persen. Pasar mencermati penyelidikan anti-dumping China terhadap bahan baku chip dari Jepang, yang memanaskan ketegangan bilateral.

Di AS, data lapangan kerja menunjukkan pelemahan, mendukung spekulasi dua kali penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Wall Street mixed: Dow Jones naik 0,55 persen, Nasdaq turun 0,44 persen, dengan rotasi keluar dari saham teknologi seperti Nvidia (turun 2 persen) dan Apple (penurunan ketujuh berturut-turut). Sentimen positif datang dari sektor pertahanan setelah proposal anggaran US$1,5 triliun oleh Presiden Donald Trump untuk 2027, naik dari US$901 miliar tahun 2026.

Analis juga merekomendasikan saham potensial seperti BBRI (target 3.870) dan BMRI (target 5.100) untuk diakumulasi.

Artikel Terkait

Jakarta Stock Exchange traders monitor screens showing IHSG opening higher at 8,357 amid Asian rally.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG dibuka menguat di tengah reli bursa Asia

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,57 persen atau 47 poin menjadi 8.357 pada Kamis, 19 Februari 2026, seiring penguatan bursa Asia-Pasifik dan Wall Street. Kenaikan ini melanjutkan tren positif setelah penutupan sebelumnya di 8.310,22 dengan kenaikan 1,19 persen. Analis memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 8.596.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 21 poin atau 0,26 persen menjadi 8.152 pada Rabu, 11 Februari 2026. Kenaikan ini sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang menguat, meskipun Wall Street mayoritas melemah. Analis memprediksi potensi lanjutan penguatan jika melewati level resistensi tertentu.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Rabu (14/1/2026) di tengah sentimen positif dari bursa Asia. Pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed pasca data inflasi AS yang stabil. Analis memproyeksikan potensi reli terbatas dengan level support dan resistance tertentu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sekitar 0,2 persen ke level 8.970 pada Senin (26/1/2026), mendekati 9.000, sementara pelaku pasar waspada menanti keputusan The Fed. Analis memprediksi konsolidasi di kisaran 8.850-9.050, dengan potensi rebound jika menembus 9.050. Faktor global seperti data ekonomi AS dan perubahan metodologi MSCI juga menjadi perhatian.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 43,94 poin atau 0,52 persen menjadi 8.458,29 pada Senin pagi. Pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah minimnya data domestik. Pekan ini dipengaruhi data global dari AS, China, dan Eropa.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 7,80 poin atau 0,09 persen menjadi 8.545,71 pada Senin, 29 Desember 2025, didorong optimisme pelaku pasar menyambut Santa Claus Rally. Investor juga menanti rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur dan Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember 2025. Analis memprediksi potensi rebound teknikal di awal tahun baru meski indeks masih oversold.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,62 persen ke level 8.991,75 pada Senin (12/1/2026), didorong arus modal asing dan sentimen global positif. Penguatan ini melanjutkan tren bullish pekan lalu, di mana IHSG sempat mencapai rekor tertinggi 9.002,92. Analis memprediksi konsolidasi di kisaran 8.860-9.000 pekan ini.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak