Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Kamis pagi, mengikuti sentimen positif bursa global setelah Presiden AS Donald Trump mencabut ancaman tarif terhadap Uni Eropa terkait sengketa Greenland. IHSG naik 41,83 poin atau 0,46 persen menjadi 9.052,16. Kebijakan ini meredam volatilitas yang dipicu retorika Trump sebelumnya.
Pada pembukaan perdagangan Kamis (22/1/2026), IHSG Bursa Efek Indonesia berbalik menguat setelah penurunan sebelumnya, didorong oleh perkembangan positif dari AS. Presiden Donald Trump mengumumkan pencabutan ancaman tarif baru terhadap negara-negara Eropa, menyusul tercapainya "kerangka kesepakatan" antara AS dan Greenland terkait kawasan Arktik. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan, “Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan kawasan Arktik. Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang sebelumnya direncanakan.”
Sebelumnya, Trump mengancam tarif 10 persen mulai 1 Februari 2026 pada ekspor dari delapan negara Eropa, yang akan naik menjadi 25 persen pada 1 Juni jika negosiasi gagal memberikan kendali AS atas Greenland yang kaya mineral. Ia juga mengancam tarif 200 persen pada anggur dan sampanye Prancis, serta mengecam Inggris, yang memicu lonjakan volatilitas di pasar global. Trump menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland.
Di dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 4,75 persen, Deposit Facility 3,75 persen, dan Lending Facility 5,50 persen, untuk menjaga nilai tukar rupiah yang tertekan ke level terendah sepanjang masa pada 20 Januari.
Bursa AS di Wall Street menguat pada 21 Januari, dengan Dow Jones naik 0,21 persen ke 49.076,98, S&P 500 naik 1,16 persen ke 6.875,62, dan Nasdaq naik 1,36 persen ke 25.326,58. Bursa Eropa variatif, sementara bursa Asia pagi ini mayoritas menguat, seperti Nikkei 225 naik 1,93 persen ke 53.794,39.
Analis Ratih Mustikoningsih dari Ajaib Sekuritas memprediksi IHSG rebound dalam kisaran 8.950-9.070, sementara Fanny Suherman dari BNI Sekuritas menyebut potensi rebound dengan support di 8.950-9.000 dan resistance 9.035-9.080. Indeks LQ45 naik 0,53 persen ke 876,05.