Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 76 poin atau 0,93 persen menjadi 8.308 pada Jumat, 30 Januari 2026, setelah penurunan tajam sehari sebelumnya akibat kekhawatiran terkait pengumuman MSCI. Analis memprediksi fluktuasi berlanjut meski indeks bertahan di atas level support kunci. Otoritas keuangan merespons dengan kebijakan baru untuk meningkatkan transparansi pasar.
Pada pembukaan perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, IHSG menguat 76 poin atau 0,93 persen ke level 8.308, setelah ditutup merosot 1,06 persen menjadi 8.232,20 pada Kamis sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu oleh kekhawatiran investor atas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait free float dan transparansi saham di Indonesia, yang menyebabkan trading halt pada pukul 09.26 WIB ketika IHSG anjlok 8 persen ke 7.654,66 sebelum pulih sebagian di sesi sore berkat bargain hunting dan respons positif terhadap kebijakan otoritas. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan, “Setelah dibuka kembali, IHSG sempat melemah lebih dalam, namun kemudian terjadi bargain hunting sehingga pelemahan IHSG berkurang.” Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana merevisi batas minimal free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen mulai Februari 2026, berlaku untuk emiten baru dan yang sudah tercatat, dengan exit policy bagi yang tidak memenuhi. Selain itu, BEI akan menyesuaikan proposal untuk MSCI mengenai transparansi free float, pemerintah menargetkan peraturan demutualisasi BEI pada kuartal I 2026, dan OJK akan menyediakan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) untuk konstituen IDX100. Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berpotensi fluktuatif hari ini tapi aman di atas 8.050, dengan support 8.050-8.100 dan resisten 8.300-8.400. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan rebound terbatas dalam wave (b), dengan support di 7.762 dan resisten hingga 8.359. Sektor barang konsumen nonprimer turun paling dalam 4,78 persen pada Kamis, sementara transportasi dan logistik naik 0,36 persen. Volume perdagangan Kamis mencapai 99,10 miliar lembar saham senilai Rp68,17 triliun, dengan 214 saham menguat dan 521 melemah. Pasar Asia menunjukkan kenaikan ringan, seperti Nikkei 225 naik 0,03 persen dan Kospi 0,98 persen.