Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 60,98 poin atau 0,70 persen menjadi 8.761,90 pada Kamis, 11 Desember 2025. Analis memprediksi tren naik berlanjut dengan potensi menguji resisten 8.770, meski ada risiko koreksi jika turun di bawah 8.611.
Pada sesi perdagangan Kamis pagi, 11 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka lebih tinggi 60,98 poin atau 0,70 persen ke level 8.761,90. Kelompok saham unggulan LQ45 juga naik 5,96 poin atau 0,70 persen menjadi 862,92.
Sebelumnya, posisi IHSG berada di 8.700 setelah kenaikan 0,51 persen. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa IHSG sedang berkonsolidasi di atas support minor 8.611. "(IHSG) berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menguji resisten Fibonacci 8.770," ungkap Ivan dalam riset hariannya.
Namun, Ivan memperingatkan kemungkinan pembalikan arah ke area 8.550 hingga 8.510 jika indeks turun di bawah 8.611. Titik support utama berada di 8.611, 8.493, dan 8.361, sementara resistance di 8.770, 8.941, dan 9.052.
Ivan juga merekomendasikan lima saham potensial untuk cuan: PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan rekomendasi Buy on Weakness di area beli 7.050-7.300 dan target 7.750; PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Trading Buy di 1.780-1.800 dengan target 1.965; PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) di 1.840-1.890 target 1.950; PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di 56-61 target 75; serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) di 6.300-6.500 target 7.150.
Prediksi ini didasarkan pada analisis teknikal, dengan IHSG diproyeksikan tetap dalam tren naik hari ini.