Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidasi pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, di tengah perhatian pelaku pasar terhadap reformasi pasar modal Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memperluas data investor menjadi 27 sub-tipe untuk meningkatkan transparansi, sesuai permintaan MSCI. Meski rebound kuat pada hari sebelumnya, proyeksi menunjukkan potensi koreksi jika gagal tembus level kunci.
Pada penutupan Selasa, 3 Februari 2026, IHSG rebound menguat 199,87 poin atau 2,52 persen menjadi 8.122,60, sejalan dengan Indeks LQ45 yang naik 17,48 poin atau 2,17 persen ke 823,72. Penguatan ini didorong oleh transparansi regulator terkait isu Morgan Stanley Capital International (MSCI), aksi bargain hunting domestik menjelang laporan keuangan akhir tahun 2025, serta rebound teknikal dari kondisi oversold. "Faktor transparansi dari regulator terkait isu MSCI," ujar Muhammad Wafi, Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia.
Untuk perdagangan Rabu, para analis memproyeksikan IHSG berkonsolidasi di kisaran 7.950-8.400, dengan potensi sideways atau koreksi lanjutan jika gagal melewati 8.300. Ratna Lim dari Phintraco Sekuritas menyatakan, "IHSG diperkirakan berpotensi berkonsolidasi di kisaran 7.950-8.400." Sementara Fanny Suherman dari BNI Sekuritas memprediksi gerakan mendatar, dengan support di 7.900-8.000 dan resisten di 8.175-8.300. Ivan dari BInaartha Sekuritas menambahkan bahwa pola impulsive pada Selasa mengindikasikan koreksi jika di bawah 7.762.
Reformasi utama meliputi pembukaan data investor oleh OJK dan Self Regulatory Organization (SRO) dari 9 menjadi 27 sub-tipe, termasuk private equity, pemerintah, dan peer-to-peer lending, diklasifikasi berdasarkan afiliasi. Langkah ini memenuhi tuntutan MSCI untuk transparansi. Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membentuk panitia seleksi pimpinan OJK untuk menjaga stabilitas sektor keuangan.
Pelaku pasar juga menanti rilis pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 domestik, ISM PMI AS Januari 2026 di level 54,3, dan inflasi Eropa 1,8 persen yoy. Secara global, Wall Street melemah pada Selasa dengan Dow Jones -0,34 persen ke 49.240,99, sementara bursa Asia rebound seperti Nikkei +3,92 persen. Volume perdagangan Selasa mencapai 3,273 juta transaksi senilai Rp29,35 triliun, dengan semua sektor menguat dipimpin barang baku +6,52 persen.