Dramatic scene of Indonesian stock market plunge with police probing manipulation and officials resigning amid trading floor chaos.
Gambar dihasilkan oleh AI

Polri selidiki indikasi pidana saham gorengan usai IHSG anjlok

Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia anjlok hingga 16 persen pada 28 dan 29 Januari 2026 akibat penilaian MSCI tentang transparansi pasar. Bareskrim Polri kini mendalami indikasi pidana terkait saham gorengan, sementara lima petinggi BEI dan OJK mengundurkan diri sebagai tanggung jawab moral. Pemulihan sementara terlihat pada penutupan Jumat, meski proyeksi gejolak berlanjut.

Latar Belakang Penurunan IHSG

Pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026), IHSG mengalami penurunan tajam mencapai 16 persen, dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait review dan rebalancing saham Indonesia. Penilaian MSCI menyoroti isu transparansi struktur kepemilikan saham dan rendahnya tingkat free float emiten, yang dianggap membuka praktik manipulasi harga saham. Akibatnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt dua kali berturut-turut setelah IHSG turun hingga 8 persen.

IHSG ditutup melemah 659,67 poin atau 7,35 persen pada 8.320,55, sementara indeks LQ45 juga turun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ini sebagai "syok sesaat", yakin perusahaan akan memenuhi syarat MSCI untuk investasi asing global.

Penyelidikan Pidana oleh Polri

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri akan mendalami indikasi pidana terkait saham gorengan. "Pasti (akan mendalami). Saat ini pun penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas beberapa perkara serupa," ujar Direktur Brigjen Ade Safri Simanjuntak di Jakarta pada Jumat (31/1/2026).

Sebagai contoh, kasus sebelumnya melibatkan Direktur PT Multi Makmur Lemindo Junaedi dan mantan Kanit BEI Mugi Bayu, yang divonis bersalah berdasarkan UU Pasar Modal jo. KUHP dengan hukuman 1 tahun 4 bulan penjara dan denda Rp2 miliar masing-masing.

Pengunduran Diri Petinggi BEI dan OJK

Gejolak memuncak dengan pengunduran diri lima petinggi pada Jumat (30/1/2026). Direktur Utama BEI Iman Rachman mundur pagi hari, diikuti Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi, Deputi Komisioner I.B. Aditya Jayaantara, dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara. Mahendra Siregar menyatakan ini sebagai "bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung pemulihan".

OJK menegaskan pengunduran diri Mirza tidak memengaruhi tugas regulasi, dengan pelaksanaan sementara sesuai aturan. Analis Ibrahim Assuaibi memproyeksikan trading halt lagi pada Senin (2/2/2026) akibat penurunan rating Goldman Sachs ke underweight, mirip MSCI, dan arus keluar dana hingga 2,2-7,8 miliar dolar AS.

Pada Jumat sore, IHSG pulih menguat 97,41 poin atau 1,18 persen ke 8.329,61, meski bursa Asia melemah.

Artikel Terkait

Jakarta Stock Exchange traders monitoring sideways IHSG consolidation amid OJK capital market reforms.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG diproyeksikan konsolidasi di tengah reformasi pasar modal

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidasi pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, di tengah perhatian pelaku pasar terhadap reformasi pasar modal Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memperluas data investor menjadi 27 sub-tipe untuk meningkatkan transparansi, sesuai permintaan MSCI. Meski rebound kuat pada hari sebelumnya, proyeksi menunjukkan potensi koreksi jika gagal tembus level kunci.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 76 poin atau 0,93 persen menjadi 8.308 pada Jumat, 30 Januari 2026, setelah penurunan tajam sehari sebelumnya akibat kekhawatiran terkait pengumuman MSCI. Analis memprediksi fluktuasi berlanjut meski indeks bertahan di atas level support kunci. Otoritas keuangan merespons dengan kebijakan baru untuk meningkatkan transparansi pasar.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 42,25 poin atau 0,53 persen menjadi 7.880,47 pada Selasa pagi, 3 Februari 2026. Pasar masih mencermati komitmen peningkatan transparansi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Analis memprediksi potensi pelemahan terbatas dengan dukungan di level 7.790-8.270.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 39,71 poin atau 0,44 persen menjadi 9.072,29 pada Kamis pagi ini, di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman terhadap independensi bank sentral AS The Fed akibat serangan Presiden Donald Trump terhadap Ketua Jerome Powell. Kekhawatiran ini diperkuat oleh data inflasi Producer Price Index (PPI) yang menunjukkan tekanan harga, berpotensi membuat The Fed menahan atau menaikkan suku bunga. Meski demikian, analis melihat penguatan ini sebagai sinyal pergeseran investasi menuju supercycle yang mendukung pasar saham Indonesia sepanjang 2026.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Rabu (14/1/2026) di tengah sentimen positif dari bursa Asia. Pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed pasca data inflasi AS yang stabil. Analis memproyeksikan potensi reli terbatas dengan level support dan resistance tertentu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,12 persen menjadi 8.631,03 pada Jumat pagi, 12 Desember 2025, setelah penurunan 0,92 persen sehari sebelumnya. Analis memprediksi potensi rebound karena indeks masih di atas garis SMA-20, tetapi memperingatkan koreksi lanjutan jika menembus level support 8.493.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 30,60 poin atau 0,35 persen menjadi 8.778,73 pada Senin (5/1/2026), meskipun sentimen negatif dari konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela. AS dilaporkan menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya atas tuduhan terorisme dan narkoba. Analis memprediksi potensi kenaikan lanjutan jika IHSG menembus level resistensi tertentu.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak