Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tipis pada perdagangan Senin pagi ini, sementara pemerintah sedang menyiapkan paket kebijakan ekonomi khusus untuk pemulihan wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pascabencana. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan diharapkan diumumkan minggu depan. Paket stimulus tersebut bertujuan menjaga stabilitas ekonomi di daerah terdampak.
Pada pukul 09.06 WIB, Senin 15 Desember 2025, rupiah ditransaksikan di level Rp16.651 per dolar AS di pasar spot, melemah 5 poin atau 0,03 persen dari posisi sebelumnya di Rp16.646. Sementara itu, berdasarkan data Jisdor BI pada Jumat 12 Desember 2025, kurs rupiah berada di Rp16.652, menguat 16 poin dari Rp16.668 pada Kamis sebelumnya.
Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa pemerintah sedang menyusun kebijakan ekonomi khusus untuk pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Di antara paket kebijakan yang disiapkan termasuk penghapusbukuan dan restrukturisasi bagi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mencegah peningkatan klaim penjaminan kredit. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengeluarkan regulasi pendukungnya.
Selain itu, pemerintah memberikan keringanan bagi pekerja dan perusahaan terdampak, seperti penghapusan utang iuran BPJS Ketenagakerjaan beserta denda. Proses pencairan klaim juga dipercepat, mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Pensiun (JP). Pengumuman resmi paket kebijakan ini dijadwalkan minggu depan, dengan stimulus yang diharapkan mendorong pemulihan ekonomi lokal.
Assuaibi memprediksi rupiah akan fluktuatif namun cenderung melemah di rentang Rp16.640 hingga Rp16.700. Faktor eksternal seperti kenaikan klaim pengangguran awal AS menjadi 236 ribu pada pekan berakhir 6 Desember juga memengaruhi pelemahan dolar AS.