Busy Jakarta traders react to rupiah weakening 28 points to Rp16,847/USD amid market volatility and analyst predictions.
Busy Jakarta traders react to rupiah weakening 28 points to Rp16,847/USD amid market volatility and analyst predictions.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rupiah melemah 28 poin di pembukaan perdagangan Senin

Gambar dihasilkan oleh AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin (12/1/2026). Analis memprediksi fluktuasi lebih lanjut, dengan satu sisi melihat potensi penguatan akibat penyelidikan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, sementara yang lain memperingatkan pelemahan berkelanjutan karena geopolitik global.

Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin (12/1/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.819 per dolar AS. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mencatat kurs rupiah di Rp16.834 per dolar AS pada Jumat (9/1/2026), melemah 33 poin dari Rp16.801 pada Kamis (8/1/2026).

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah berpotensi menguat seiring pemerintahan AS membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. Menurutnya, "Trump membuka penyelidikan kriminal atas Powell. Ini membuat indeks dolar AS turun cukup tajam, sehingga rupiah berpotensi menguat." Federal Reserve mengonfirmasi pada Ahad (11/1/2026) bahwa jaksa federal AS sedang menyelidiki Powell terkait proyek renovasi kantor pusat senilai miliaran dolar. Powell menyatakan bahwa Departemen Kehakiman mengirimkan surat panggilan pengadilan pada Jumat (9/1/2026), yang mengancam dakwaan pidana atas kesaksiannya di Komite Perbankan Senat pada Juni lalu. Ia menyebut tindakan ini sebagai intervensi atas independensi bank sentral.

Lukman menambahkan bahwa reaksi pasar besar, tetapi bisa sementara, sehingga rupiah tetap volatil. Di sisi lain, pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah melemah mendekati Rp16.900 pekan depan dan berpotensi mencapai Rp17.000 di kuartal pertama 2026 akibat gejolak geopolitik global dan tekanan ekonomi. "Sehingga pelaku pasar perlu bersikap waspada terhadap volatilitas nilai tukar dalam waktu dekat," ujarnya. Meski demikian, cadangan devisa Indonesia meningkat, menandakan Bank Indonesia tidak agresif dalam intervensi.

Data ekonomi AS menunjukkan penambahan 50 ribu lapangan kerja pada Desember 2025 (di bawah ekspektasi 60 ribu), tingkat pengangguran turun ke 4,4 persen (dari perkiraan 4,5 persen), izin pembangunan perumahan naik ke 1,41 juta (dari 1,35 juta), dan kepercayaan konsumen mencapai 54 (dari 53,5). Perspektif berbeda ini mencerminkan ketidakpastian yang memengaruhi pasar mata uang.

Artikel Terkait

Illustration of weakening Rupiah notes and dollars with Bank Indonesia building, showing declining exchange rate to 17,668 per USD.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rupiah weakens to Rp17,668 per US dollar amid stabilization efforts

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The rupiah closed weaker at Rp17,668 per US dollar on Monday, May 18, 2026. The government and Bank Indonesia have taken steps to maintain stability of the currency.

The rupiah reached Rp17,500 per US dollar on Tuesday, May 12, 2026. The pressure stems from a mix of global and domestic factors.

Dilaporkan oleh AI

The rupiah strengthened 0.40 percent to Rp 17,851 per US dollar at the close of trading on Monday, 29 June 2026. The move was driven in part by news of state-owned enterprise restructuring.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak