Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 13 Januari 2026, dipengaruhi pernyataan hawkish dari pejabat The Fed dan ketidakpastian politik di AS. Kurs bergerak ke kisaran Rp16.871-Rp16.873 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.855. Analis memprediksi fluktuasi tetap terjadi di tengah data inflasi AS yang potensial naik.
Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa (13/1/2026), nilai tukar rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.873 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.855, menurut data dari Republika. Sementara itu, hingga pukul 09.02 WIB, rupiah ditransaksikan di Rp16.871 per dolar AS, melemah 16 poin atau 0,09 persen, berdasarkan laporan VIVA.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pelemahan ini dipicu oleh pernyataan hawkish dari John Williams, Presiden The Fed New York. “Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang rebound merespons pernyataan hawkish pejabat The Fed John Williams, Presiden The Fed New York, yang mengisyaratkan The Fed tidak perlu terburu-buru menurunkan suku bunga,” ujarnya di Jakarta.
Williams menilai suku bunga AS saat ini sudah sesuai dengan kondisi ketenagakerjaan dan inflasi, sehingga pemotongan suku bunga tidak diperlukan dalam waktu dekat. Selain itu, dolar AS berpotensi menguat karena data inflasi inti AS diprediksi naik dari 2,6 persen menjadi 2,7 persen, sementara inflasi utama bertahan di 2,7 persen.
Di sisi lain, pasar juga memantau ketidakpastian politik di AS setelah Departemen Kehakiman mengancam Federal Reserve dengan dakwaan pidana. Ketua The Fed, Jerome Powell, menerima panggilan pengadilan terkait kesaksiannya di Senat, yang menimbulkan kekhawatiran atas independensi bank sentral dan mengguncang pasar.
Secara domestik, Bank Indonesia melaporkan penjualan eceran tumbuh 1,5 persen secara bulanan pada November 2025, lebih tinggi dari 0,6 persen sebelumnya, dan 6,3 persen secara tahunan. Proyeksi untuk Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan 4,4 persen. Berdasarkan faktor-faktor ini, rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS.