India bersiap untuk kembali mengajukan permohonan masuk ke indeks obligasi global

India bersiap untuk mengajukan kembali permohonan agar obligasinya dimasukkan ke dalam indeks obligasi global utama setelah memperkenalkan pengecualian pajak bagi investor asing. Negara tersebut juga telah memperluas cakupan surat berharga jangka panjang untuk meningkatkan daya tariknya.

Para pejabat tengah melakukan koordinasi dengan operator indeks global dan Bank for International Settlements terkait masalah ini. Langkah-langkah tersebut menyusul pemberian pengecualian pajak yang signifikan atas keuntungan modal dan pajak pemotongan bagi investor asing. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menarik investasi asing dalam jumlah besar ke dalam obligasi pemerintah India. Kata kunci yang terkait dengan rencana tersebut meliputi Bloomberg Global Aggregate Index dan utang negara dalam tolok ukur obligasi global. Inisiatif ini menargetkan partisipasi yang lebih besar oleh investor portofolio asing di India.

Artikel Terkait

Investor portofolio asing telah menyuntikkan hampir ₹10.000 crore ke dalam obligasi India selama empat sesi perdagangan. Aliran masuk ini membalikkan arus keluar baru-baru ini dari pasar utang.

Dilaporkan oleh AI

Securities and Exchange Board of India berencana meluncurkan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) obligasi dan derivatif yang bertujuan untuk memperkuat pasar utang korporasi.

Pasar saham India naik lebih dari 1 persen pada hari Senin seiring indeks Nifty kembali menembus angka 24.000. Kenaikan ini mengikuti sinyal global yang positif, termasuk harapan akan adanya kesepakatan antara AS dan Iran serta penurunan harga minyak.

Dilaporkan oleh AI

Global financial markets reacted on Monday to renewed surges in oil prices and geopolitical tensions in the Middle East, continuing the economic ripple effects first seen after the Iran conflict and Hormuz blockade earlier this year.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak