Sebi berencana perkenalkan obligasi etf dan derivatif

Securities and Exchange Board of India berencana meluncurkan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) obligasi dan derivatif yang bertujuan untuk memperkuat pasar utang korporasi.

Regulator tersebut juga akan meninjau persyaratan pencatatan bagi perusahaan yang hanya menerbitkan efek utang. Pihaknya sedang menjajaki proyek percontohan untuk melakukan tokenisasi obligasi korporasi, dengan tujuan meningkatkan likuiditas dan memperluas akses bagi para investor.

Artikel Terkait

Illustration of SEC building with crypto and stock elements for tokenized trading news.
Gambar dihasilkan oleh AI

Sec plans exemption for tokenized stock trading

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The Securities and Exchange Commission is expected to release an innovation exemption for tokenized stocks as soon as this week. The move would allow equities to trade through crypto-native infrastructure such as automated market makers and stablecoins.

Regulator pasar India, Sebi, telah mengusulkan pelonggaran norma sekuritisasi agar sesuai dengan regulasi Reserve Bank of India. Perubahan tersebut mencakup pelonggaran batas eksposur peminjam tunggal sebesar 25% dan pengalihan kewajiban pengungkapan kepada pihak penyedia layanan.

Dilaporkan oleh AI

National Stock Exchange telah mengajukan draf prospektus kepada SEBI. Langkah ini memajukan rencana Penawaran Umum Perdana (IPO) yang diperkirakan mencapai sekitar ₹30.000 crore.

Mulai 1 September 2026, SEBI akan mengizinkan reksa dana untuk menggunakan pinjaman intraday guna mengatasi ketidaksesuaian likuiditas jangka pendek saat pembayaran.

Dilaporkan oleh AI

Investor portofolio asing mengarahkan dana dalam jumlah rekor ke surat berharga pemerintah India bulan ini menyusul penyesuaian kebijakan baru-baru ini.

Investor portofolio asing telah menyuntikkan hampir ₹10.000 crore ke dalam obligasi India selama empat sesi perdagangan. Aliran masuk ini membalikkan arus keluar baru-baru ini dari pasar utang.

Dilaporkan oleh AI

Dua perusahaan India telah mendapatkan izin regulasi untuk melanjutkan penawaran umum perdana (IPO). Deepa Jewellers dan Cotec Healthcare keduanya telah memperoleh persetujuan dari Securities and Exchange Board of India.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak