Sebi usulkan pelonggaran norma sekuritisasi agar selaras dengan aturan RBI

Regulator pasar India, Sebi, telah mengusulkan pelonggaran norma sekuritisasi agar sesuai dengan regulasi Reserve Bank of India. Perubahan tersebut mencakup pelonggaran batas eksposur peminjam tunggal sebesar 25% dan pengalihan kewajiban pengungkapan kepada pihak penyedia layanan.

Sebi bertujuan untuk menyelaraskan kerangka kerja sekuritisasinya dengan pedoman RBI yang berlaku bagi entitas di bawah pengawasan bank sentral tersebut. Salah satu proposal utama adalah melonggarkan batas eksposur saat ini sebesar 25% untuk satu peminjam, guna memfasilitasi operasional yang lebih lancar bagi entitas terkait. Regulator juga menyarankan pengalihan tanggung jawab pengungkapan kepada penyedia layanan serta penyesuaian aturan tata kelola untuk entitas tujuan khusus (SPDE). Perubahan ini dimaksudkan untuk memungkinkan transaksi aset tunggal sekaligus meningkatkan transparansi dalam prosesnya. Masukan publik mengenai proposal ini telah dibuka, yang mencerminkan upaya Sebi untuk menyempurnakan kerangka kerja di tengah praktik keuangan yang terus berkembang.

Artikel Terkait

Illustration depicting Indian corporate executives preferring bank loans over bonds in a Mumbai office amid rising yields.
Gambar dihasilkan oleh AI

Corporate borrowers favor bank loans over bonds amid rising yields

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Corporate borrowers in India are increasingly opting for bank loans instead of bond issuances. Rising capital market yields have eroded the cost advantage of bonds. Spreads between bank lending rates and bond yields have compressed significantly, especially for higher-rated entities.

The Securities and Exchange Board of India plans to launch bond exchange-traded funds and derivatives aimed at strengthening the corporate debt market.

Dilaporkan oleh AI

India's securities regulator Sebi and the Central Board of Direct Taxes have relaxed permanent account number compliance requirements for foreign portfolio investors. The changes address concerns over complex onboarding processes. They aim to simplify documentation and support continued foreign investment in Indian markets.

State Bank of India's central board has approved raising up to Rs 60,000 crore this fiscal year through rupee and dollar bonds. The move is intended to strengthen the bank's capital position and support business growth.

Dilaporkan oleh AI

The Reserve Bank of India is proposing to allow lenders to disable certain mobile phone functions for loan defaulters on devices financed by the loan. The restrictions are set to take effect in October 2026 under strict oversight.

India's Reserve Bank of India has declined a request from banks to spread out provisions for expected mark-to-market losses in the March quarter. Banks sought this relief to mitigate pressures from rising government bond yields and a $100 million cap on net open positions. The decision adds to uncertainty in financial markets.

Dilaporkan oleh AI

Retail investors in India face diverging deposit rate strategies from two major non-banking financial companies. Bajaj Finance has increased its rates by up to 45 basis points to boost fundraising. Meanwhile, Shriram Finance plans to lower rates by 15-35 basis points after a rating upgrade.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak