Union Bank of India menyetujui rencana penggalangan dana obligasi Rs 20.000 crore

Union Bank of India telah menyetujui rencana penggalangan dana hingga Rs 20.000 crore melalui obligasi jangka panjang. Dana tersebut akan mendukung proyek infrastruktur dan perumahan terjangkau. Bank tersebut juga berencana menerbitkan obligasi hijau atau berkelanjutan hingga Rs 5.000 crore, dengan sebagian penggalangan dana ditargetkan sebelum 31 Maret 2026.

Komite direksi Union Bank of India telah menyetujui inisiatif penggalangan dana melalui obligasi jangka panjang hingga total Rs 20.000 crore. Obligasi-obligasi ini dialokasikan untuk pembiayaan inisiatif infrastruktur dan perumahan terjangkau, sebagaimana diuraikan dalam pengumuman bank. Selain itu, pemberi pinjaman tersebut berencana menerbitkan obligasi hijau atau berkelanjutan senilai hingga Rs 5.000 crore, sejalan dengan fokusnya pada proyek ramah lingkungan, yang disebut sebagai inisiatif hijau Union Bank dalam kata kunci terkait. Sebagian dana ini dijadwalkan digalang sebelum akhir tahun fiskal pada 31 Maret 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya lebih luas oleh Komite Direksi untuk penggalangan dana, yang mendukung aktivitas bank hingga tahun fiskal 2026. Persetujuan ini menegaskan strategi berkelanjutan dalam penerbitan obligasi untuk sektor kunci seperti pembiayaan infrastruktur dan pendanaan perumahan terjangkau.

Artikel Terkait

Illustration depicting Indian corporate executives preferring bank loans over bonds in a Mumbai office amid rising yields.
Gambar dihasilkan oleh AI

Corporate borrowers favor bank loans over bonds amid rising yields

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Corporate borrowers in India are increasingly opting for bank loans instead of bond issuances. Rising capital market yields have eroded the cost advantage of bonds. Spreads between bank lending rates and bond yields have compressed significantly, especially for higher-rated entities.

The Brihanmumbai Municipal Corporation (BMC) unveiled an ₹80,952 crore budget on Wednesday, including plans to issue green bonds. The budget focuses on strengthening Mumbai's infrastructure and environment. The green bonds will fund projects like wastewater treatment and desalination.

Dilaporkan oleh AI

The government has approved the Urban Challenge Fund (UCF) to boost urban development, providing Rs 1 lakh crore in central assistance from FY 2025-26 to FY 2030-31. The fund is expected to catalyse nearly Rs 4 lakh crore in total investment, emphasizing market-linked financing. Experts see it as a significant shift toward productive, sustainable, and inclusive urbanisation.

The World Bank has outlined three regulatory conditions Kenya must meet by June 30 to secure a Ksh96.9 billion budget support loan. The funds will support salaries and daily government operations. The requirements follow Kenya's request for aid amid fuel supply disruptions and external shocks from the Middle East conflict.

Dilaporkan oleh AI

Bandhan Bank reported a 12.6% year-on-year increase in advances to Rs 1.54 lakh crore for the fourth quarter of fiscal year 2026. Total deposits grew by 10%, driven by retail deposits, while the CASA ratio reached 29.31%. Collection efficiency held steady at 98.9% amid market headwinds.

India's Reserve Bank of India has declined a request from banks to spread out provisions for expected mark-to-market losses in the March quarter. Banks sought this relief to mitigate pressures from rising government bond yields and a $100 million cap on net open positions. The decision adds to uncertainty in financial markets.

Dilaporkan oleh AI

Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa announced plans to issue yuan-denominated global debt securities, known as panda bonds, in June 2026. The move aims to diversify sources of state budget financing and reduce reliance on a single country.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak