HDFC Bank laporkan pertumbuhan deposito 15% secara tahunan pada Q4

HDFC Bank mengumumkan kinerja yang stabil pada kuartal keempat, dengan deposito meningkat 15% dari tahun ke tahun dan penyaluran kredit naik 12%. Rata-rata deposito mencapai Rs 28,51 lakh crore, sementara deposito akhir periode tercatat sebesar Rs 31,06 lakh crore. Pembaruan ini muncul di tengah pemberitaan baru-baru ini mengenai pengunduran diri mendadak direktur Atanu Chakraborty.

HDFC Bank merilis pembaruan bisnis Q4-nya, yang menyoroti ekspansi berkelanjutan pada metrik-metrik utama. Deposito tumbuh 15% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan arus masuk nasabah yang kuat. Penyaluran kredit berkembang 12% dari tahun ke tahun, yang menegaskan aktivitas pinjaman yang berkelanjutan di sektor perbankan swasta India. Rata-rata deposito bank tersebut untuk kuartal ini mencapai Rs 28,51 lakh crore, dengan angka akhir periode naik menjadi Rs 31,06 lakh crore. Angka-angka ini menunjukkan momentum yang stabil meskipun terdapat tantangan pasar. Baru-baru ini, HDFC Bank menarik perhatian karena mundurnya direktur Atanu Chakraborty secara tiba-tiba. Pengunduran diri tersebut sempat membuat bank menjadi sorotan, meskipun pembaruan bisnis ini berfokus pada kekuatan operasional. Pihak resmi belum merinci alasan di balik kepergian Chakraborty. Kinerja ini sejalan dengan tren yang lebih luas di sektor perbankan India, di mana bank-bank swasta terus memprioritaskan mobilisasi deposito dan pertumbuhan pinjaman.

Artikel Terkait

Bandhan Bank melaporkan peningkatan kredit sebesar 12,6% secara tahunan menjadi Rs 1,54 lakh crore untuk kuartal keempat tahun fiskal 2026. Total simpanan tumbuh sebesar 10%, didorong oleh simpanan ritel, sementara rasio CASA mencapai 29,31%. Efisiensi penagihan tetap stabil di angka 98,9% di tengah tantangan pasar.

Dilaporkan oleh AI

AU Small Finance Bank mencatatkan pertumbuhan yang stabil pada kuartal keempat, dengan deposito naik 23% dari tahun ke tahun menjadi Rs 1,52 lakh crore. Kredit meningkat sebesar 25% selama periode yang sama. Saham bank tersebut turun meskipun hasil operasionalnya positif.

State Bank of India berencana untuk mempertahankan margin bunga bersih di atas 3 persen pada tahun fiskal mendatang melalui penetapan ulang harga deposito serta percepatan pertumbuhan kredit ritel dan UMKM.

Dilaporkan oleh AI

Investor ritel di India menghadapi strategi suku bunga deposito yang berbeda dari dua perusahaan keuangan non-bank utama. Bajaj Finance telah menaikkan suku bunganya hingga 45 basis poin untuk meningkatkan penggalangan dana. Sementara itu, Shriram Finance berencana menurunkan suku bunga sebesar 15-35 basis poin setelah adanya peningkatan peringkat.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak