Axis Bank berencana investasikan Rp389 crore di Axis Max Life

Axis Bank berniat menyuntikkan dana sebesar Rp389 crore ke Axis Max Life, yang akan meningkatkan kepemilikan saham gabungannya menjadi 19,99 persen, mendekati batas regulasi. Investasi ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran bank di sektor asuransi yang sedang berkembang. Max Financial akan tetap menjadi pemilik mayoritas dengan porsi sekitar 80 persen, menunggu persetujuan dari pihak regulator.

Axis Bank mengumumkan rencana untuk berinvestasi sebesar Rp389 crore di Axis Max Life, perusahaan patungan asuransi miliknya. Suntikan dana ini akan meningkatkan total kepemilikan saham bank tersebut menjadi 19,99 persen, mendekati batas regulasi yang ditetapkan oleh otoritas di India. Langkah ini mencerminkan strategi Axis Bank untuk memperdalam pijakannya di pasar asuransi yang tumbuh cepat, di mana permintaan akan produk asuransi jiwa terus meningkat di tengah ekspansi ekonomi. Transaksi ini masih menunggu persetujuan yang diperlukan dari para regulator. Max Financial Services, sebagai promotor utama, akan tetap memegang kendali dengan kepemilikan sekitar 80 persen setelah kesepakatan tersebut. Para pejabat di Axis Bank menyoroti investasi ini sebagai langkah kunci untuk memperkuat saluran bancassurance dan peluang penjualan silang (cross-sell) dengan basis nasabah mereka. Sebagaimana dilaporkan oleh The Economic Times, perkembangan ini menggarisbawahi minat bank swasta yang meningkat terhadap kemitraan asuransi untuk mendiversifikasi aliran pendapatan di luar pinjaman tradisional. Sektor asuransi India telah mengalami pertumbuhan yang kuat, didorong oleh kenaikan pendapatan dan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan tingkat penetrasi yang saat ini masih di bawah rata-rata global.

Artikel Terkait

Jio Financial Services (JFSL) and Allianz Group entered a binding agreement on Wednesday to form a 50:50 primary insurance joint venture covering general and health insurance in India. The JV will launch operations upon receiving necessary statutory and regulatory approvals. JFSL and Allianz are also working toward a separate binding agreement for life insurance business in India.

Dilaporkan oleh AI

Sejumlah perusahaan sekuritas telah mengidentifikasi 10 saham berkapitalisasi besar (largecap) di India yang memiliki potensi kenaikan signifikan di tengah meningkatnya harga minyak akibat perang AS-Iran. Harga minyak mentah telah menembus angka $125 per barel, yang memicu kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian pasar. Saham-saham seperti HDFC Bank dan Bharti Airtel menempati urutan teratas dalam daftar pilihan dari firma termasuk Jefferies dan Axis Direct.

AU Small Finance Bank mencatatkan pertumbuhan yang stabil pada kuartal keempat, dengan deposito naik 23% dari tahun ke tahun menjadi Rs 1,52 lakh crore. Kredit meningkat sebesar 25% selama periode yang sama. Saham bank tersebut turun meskipun hasil operasionalnya positif.

Dilaporkan oleh AI

Fairfax India Holdings Corporation telah meluncurkan penawaran terbuka untuk mengakuisisi tambahan 26 persen saham di IIFL Capital Services. Langkah ini menyusul investasi sebesar 2000 crore rupee yang meningkatkan kepemilikan mereka menjadi 38,47 persen.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak