INOX Air Products rencanakan IPO senilai $1 miliar di Mumbai

INOX Air Products, perusahaan patungan antara Air Products and Chemicals yang berbasis di AS dan INOX Group dari India, tengah mempersiapkan penawaran umum perdana senilai $1 miliar di Mumbai. Sumber mengatakan bahwa perusahaan yang memproduksi gas industri dan medis tersebut telah menunjuk Kotak, JPMorgan, dan Citi sebagai bankir untuk penawaran ini.

INOX Air Products tengah bersiap untuk salah satu IPO terbesar di India dengan nilai mencapai $1 miliar, yang akan dicatatkan di bursa saham Mumbai. Sumber yang mengetahui masalah ini mengonfirmasi rencana tersebut kepada The Economic Times, menyoroti ambisi perusahaan untuk menjajaki pasar publik di tengah permintaan yang kuat akan gas industri di India. IPO ini dilakukan seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap sektor gas industri dan medis. Perusahaan ini beroperasi sebagai perusahaan patungan 50:50 antara raksasa industri Amerika, Air Products and Chemicals, dan konglomerat India, INOX Group. Bersama-sama, mereka memproduksi berbagai jenis gas yang penting bagi sektor manufaktur, kesehatan, dan sektor lainnya. Langkah ini menempatkan INOX Air Products untuk memperluas jangkauannya di pasar gas India yang kompetitif. Bankir dari Kotak Mahindra Bank, JPMorgan Chase, dan Citigroup telah dipilih untuk mengelola penjualan saham tersebut. Belum ada jadwal spesifik untuk IPO yang diungkapkan, namun penunjukan tersebut menandakan bahwa persiapan terus berjalan. Perkembangan ini menggarisbawahi konsolidasi dan pertumbuhan yang terus berlanjut di industri gas industri India.

Artikel Terkait

India's securities regulator has cleared the initial public offering for quick commerce firm Zepto. The move opens the door to a potential Rs 12,000 crore listing later in 2026.

Dilaporkan oleh AI

Reliance Industries' telecom arm, Jio Platforms, has informed bankers of plans to file its IPO prospectus as early as March. The move involves filing initial documents by the end of this month. Seventeen bankers have been appointed to manage what could become India's largest IPO.

Reliance Industries is converting the Jio Platforms initial public offering into a fully fresh issue with no offer for sale. The change follows investor disagreements on pricing and seeks to protect retail investors through market-driven post-listing prices.

Dilaporkan oleh AI

Escalating tensions in West Asia and volatility in equity markets are prompting Indian companies to delay their initial public offerings. Firms are opting to wait for more stable conditions rather than proceed with potentially lower valuations. This cautious stance reflects concerns about subdued investor interest in the secondary market.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak