RBI tetapkan batas harian $100 juta untuk posisi terbuka mata uang rupee di tengah tekanan perang Iran

Reserve Bank of India (RBI) telah membatasi posisi terbuka bersih bank dalam transaksi valuta asing rupee menjadi $100 juta per hari, guna menekan spekulasi dan menstabilkan mata uang. Langkah ini merupakan respons terhadap depresiasi rupee yang dipicu oleh perang Iran, menipisnya cadangan devisa, kenaikan harga minyak mentah, dan fluktuasi USD-INR.

Reserve Bank of India (RBI) mengumumkan regulasi baru yang membatasi posisi terbuka bersih bank di pasar valuta asing tunai domestik sebesar $100 juta per hari. Kebijakan ini menyasar posisi jual berlebih dan perdagangan spekulatif terhadap rupee, yang telah mencapai titik terendah akibat tekanan dari perang Iran yang sedang berlangsung, tingginya harga minyak mentah, serta volatilitas USD-INR. Cadangan devisa telah menipis secara signifikan, mendorong perubahan dari intervensi pasar langsung sebelumnya ke pembatasan posisi ini. Sebelumnya, bank memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam operasi valas. Pembatasan ini berlaku secara ketat pada transaksi rupee, tanpa jadwal peninjauan yang ditentukan. Para ahli keuangan memandang ini sebagai langkah proaktif untuk menjaga stabilitas tanpa menimbulkan gangguan yang lebih luas, sebagaimana dilaporkan oleh The Economic Times.

Artikel Terkait

Dramatic stock exchange scene showing Indian rupee hitting record low of 90 against US dollar amid trade uncertainty and outflows.
Gambar dihasilkan oleh AI

Indian rupee breaches 90 against US dollar for first time

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

On December 3, 2025, the Indian rupee fell below 90 against the US dollar for the first time, hitting a record low of 90.14-90.16. Uncertainty over the US-India trade deal and foreign investor outflows were key factors. This raises risks of higher inflation.

Surplus likuiditas sistem perbankan India telah menyempit menjadi ₹75.483 crore di tengah arus keluar pajak sebesar Rs 2 lakh crore dan intervensi pasar valas. Suku bunga pasar uang naik sebagai akibatnya, membuat Reserve Bank of India melakukan operasi repo. Para ekonom memperkirakan RBI menjual lebih dari $15 miliar untuk mendukung rupee.

Dilaporkan oleh AI

Rupee India melemah lebih jauh hingga menembus angka 94 dan mendekati 95 terhadap dolar AS—rekor terendah baru—setelah anjlok ke 93,73 pada pekan lalu. Lonjakan harga minyak mentah akibat ketegangan di Laut Merah dan kekhawatiran akan perang Teluk yang berkepanjangan memicu penurunan ini, sementara bursa saham India mencatatkan kerugian selama lima minggu berturut-turut. Intervensi terbatas dari Reserve Bank of India telah meningkatkan kekhawatiran akan depresiasi lebih lanjut.

The Central Bank of the Republic of Argentina (BCRA) purchased US$42 million in the foreign exchange market, extending its streak to 30 consecutive days of currency acquisitions. Gross international reserves reached US$45.158 million, up US$102 million from the previous day. Since the start of the year, the BCRA has added purchases totaling US$2.089 million, including US$932 million in February.

Dilaporkan oleh AI

Setelah kejutan pasar awal dari konflik Asia Barat, ekuitas India mengalami aliran keluar investor asing besar-besaran dan tetap volatil di tengah kenaikan harga minyak. FPI menarik $751.4 juta pada 2 Maret—penarikan harian terbesar dalam empat bulan—dengan pasar kembali beroperasi setelah libur Holi pada 4 Maret di bawah tekanan yang berlanjut.

Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Kamis ini di Jakarta, didorong euforia kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan pada 4,75 persen. Penguatan ini juga didukung upaya pemerintah memperlebar defisit fiskal untuk pemulihan ekonomi nasional. Analis memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp16.900-Rp16.950 per dolar AS.

Dilaporkan oleh AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (20/1/2026) menjadi sekitar Rp16.977-Rp16.985 per dolar AS. Analis memprediksi potensi penguatan terbatas akibat tekanan fiskal dan menanti rapat Bank Indonesia. Kekhawatiran defisit anggaran mendekati batas 3 persen menambah volatilitas mata uang.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak