Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.668 per dolar AS pada Senin, 18 Mei 2026. Pemerintah dan Bank Indonesia mengambil langkah untuk menjaga stabilitas mata uang tersebut.
Pada penutupan perdagangan Senin, rupiah melemah 71 poin menjadi Rp17.668 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.597. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan keyakinan bahwa rupiah akan kembali stabil meski belum dapat memastikan waktunya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemerintah untuk membeli obligasi senilai Rp2 triliun setiap hari guna menstabilkan pasar. Langkah ini bertujuan mencegah kenaikan imbal hasil yang berlebihan dan menarik modal asing.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa masyarakat desa tidak menggunakan dolar dalam transaksi sehari-hari. Ia menekankan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal pertama 2026.
Bank Indonesia juga akan menurunkan batas pembelian dolar tanpa dokumen pendukung menjadi 25.000 dolar AS per bulan mulai Juni 2026. Kebijakan ini untuk memastikan transaksi didasarkan pada kebutuhan riil.