Rupiah India melemah lebih lanjut menjadi 92.42 terhadap dolar AS di tengah harga minyak, ketegangan Asia Barat

Meneruskan tren pelemahannya sejak menembus 90 pada akhir 2025, rupiah India turun 14 paise menjadi 92.42 terhadap dolar AS pada perdagangan awal Selasa, 17 Maret 2026. Kenaikan harga minyak mentah, aliran keluar dana asing terkait krisis Asia Barat, ekuitas domestik yang lesu, serta dolar yang lebih kuat membebani mata uang tersebut, karena para pedagang menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve AS.

Rupiah membuka lebih lemah di 92.42 setelah terdepresiasi 14 paise pada 17 Maret 2026, mencerminkan tekanan persisten dari harga minyak mentah yang tinggi dan aliran keluar investor asing di tengah ketegangan yang meningkat di Asia Barat. Pasar ekuitas domestik tetap lesu, sementara penguatan dolar AS menambah tekanan ke bawah. Pelaku pasar mengadopsi sikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve, yang dapat memengaruhi mata uang global. Perkembangan ini menggarisbawahi kerentanan berkelanjutan rupiah terhadap faktor eksternal seperti harga komoditas, geopolitik, dan kebijakan moneter AS—melanjutkan penurunannya melewati 90 pada Desember 2025. Istilah kunci: rupee, USD, krisis Asia Barat, minyak mentah, ekuitas, forex, dollar index.

Artikel Terkait

Trading floor at Bombay Stock Exchange showing screens with Indian rupee's 9.9% FY26 decline, Asia's worst, amid oil surge and stock drops.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rupee India tutup tahun fiskal 2026 sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia, melemah 9,9%

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Rupee India terdepresiasi sebesar 9,88% terhadap dolar AS pada tahun fiskal 2026, menjadikannya mata uang terlemah di Asia di tengah rekor keluarnya aliran dana investor asing dan lonjakan harga minyak. Reserve Bank of India melakukan intervensi untuk menstabilkan mata uang, sementara dana domestik memberikan perlindungan yang memecahkan rekor terhadap arus keluar tersebut. Indeks ekuitas seperti Nifty dan Sensex mencatatkan kinerja fiskal terburuk sejak tahun fiskal 2020.

Rupee India anjlok ke rekor terendah baru di angka 93,73 terhadap dolar AS, penurunan satu hari paling tajam sejak akhir 2022. Hal ini memperpanjang tren depresiasi setelah sebelumnya melemah ke angka 92,42 pada awal minggu ini di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik di Asia Barat dan arus keluar investor asing.

Dilaporkan oleh AI

The Indian rupee continues to weaken against the US dollar. On Tuesday, it hovered around 95.36 in early trading. Since the beginning of this year, the currency has fallen by around 5.64 per cent.

Setelah serangan AS dan Israel ke Iran yang membunuh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan memicu gangguan Selat Hormuz, harga minyak naik hampir 8% di tengah ketegangan yang berlangsung. Pasar India kehilangan Rs 6,35 lakh crore pada Selasa, dengan rupee melemah karena kekhawatiran pasokan. Secara global, dolar menguat sebagai safe haven sementara yen dan euro melemah.

Dilaporkan oleh AI

Indian stock markets recorded a sharp decline on Monday due to escalating tensions in West Asia. US and Israel strikes on Iran caused crude oil prices to surge, heightening investor caution. Iran has closed the Strait of Hormuz, potentially disrupting global oil supplies.

The Mexican peso strengthened against the US dollar on April 20, trading at 17.30 pesos per dollar according to Banco de México, due to a slight weakening of the greenback tied to geopolitical disagreements with Iran. Experts indicate the peso's outlook will be shaped by geopolitics and key economic data. The exchange rate in bank windows reached 17.76 pesos.

Dilaporkan oleh AI

Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun India naik 7 basis poin menjadi 6,94% pada hari Jumat, menandakan kekhawatiran atas inflasi dan potensi pengetatan moneter. Tingginya harga minyak mentah Brent di atas $100 per barel, yang didorong oleh konflik di Asia Barat, telah memperparah kekhawatiran, ditambah dengan pelemahan rupee di bawah 94 terhadap dolar AS.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak