Pelemahan rupiah ke level Rp17.500 per dolar AS dinilai paling berdampak pada pembeli mobil kredit. Segmen mobil murah dan LCGC menjadi kelompok paling sensitif terhadap potensi kenaikan harga dan cicilan.
Ekonom sekaligus Chief Economist Bank Permata Joshua Pardede mengatakan dampak pelemahan rupiah belum langsung membuat penjualan anjlok. Namun jika kondisi berlanjut beberapa bulan, biaya produksi akan masuk ke harga jual dan cicilan konsumen.
Pasar otomotif Indonesia sangat sensitif terhadap perubahan uang muka, bunga kredit, dan besaran cicilan bulanan karena sebagian besar pembelian masih berbasis kredit. Pembeli pertama dan kelas menengah menjadi kelompok paling rentan.
Data penjualan ritel nasional April 2026 mencatat kontraksi 1,9 persen secara tahunan. Sementara itu data GAIKINDO Januari hingga April 2026 menunjukkan pasar masih bergerak namun belum cukup kuat menyerap kenaikan harga besar.