Pasar otomotif Indonesia menunjukkan tanda pemulihan pada Februari 2026 dengan total penjualan retail mencapai sekitar 78 ribu unit, naik 16,7 persen dari Januari. Kenaikan ini juga terlihat secara tahunan sebesar 11,9 persen dibanding Februari 2025. Toyota tetap mendominasi dengan pangsa pasar sekitar 30 persen.
Pasar otomotif nasional Indonesia mulai pulih pada Februari 2026, menurut data distribusi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis pada 12 Maret 2026. Total penjualan retail mencapai sekitar 78 ribu unit, naik dari 67 ribu unit di Januari 2026, atau peningkatan bulanan sebesar 16,7 persen. Secara tahunan, angka ini lebih tinggi dari 69 ribu unit pada Februari 2025, menunjukkan pertumbuhan 11,9 persen. Akumulasi penjualan Januari-Februari 2026 mencapai sekitar 145 ribu unit, naik 8,4 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Momentum ini didorong oleh antisipasi Ramadan dan mudik Lebaran, yang biasanya meningkatkan permintaan kendaraan baru. Toyota mempertahankan posisi teratas dengan penjualan retail 22.812 unit dan pangsa pasar sekitar 30 persen. Daihatsu berada di posisi kedua dengan 12.336 unit, diikuti Suzuki yang melonjak ke 9.035 unit, naik drastis dari bulan sebelumnya.
Mitsubishi Motors mencatat 7.017 unit, mengandalkan model seperti Xpander dan Pajero Sport. Honda di posisi kelima dengan 4.688 unit, meski performanya menurun dibanding tahun lalu. BYD dari China menjual 3.596 unit, sementara Jaecoo sebagai merek baru mencapai 3.028 unit. Di segmen komersial, Mitsubishi Fuso, Isuzu, dan Hino masing-masing menjual 2.618, 2.031, dan 1.560 unit.
Data wholesales sedikit berbeda: Toyota 22.522 unit, Daihatsu 13.452 unit, Suzuki 9.659 unit, dan Mitsubishi Motors 7.008 unit. Pertumbuhan ini memberikan optimisme bagi industri otomotif nasional.