Indonesia dan Belarus sepakati tujuh kerja sama prioritas

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Aleksandr Lukashenko menyaksikan penandatanganan tujuh nota kesepahaman di Istana Merdeka, Jakarta, pada 2 Juli 2026.

Kedua pemimpin meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai kerangka kerja sama bilateral selama lima tahun ke depan. Prabowo menyatakan harapannya agar kesepakatan segera diimplementasikan untuk memberi manfaat nyata bagi kedua negara.

Dokumen yang ditandatangani mencakup kerja sama di bidang industri, kebudayaan, jasa keuangan, kesehatan, riset dan inovasi, pelaporan transaksi keuangan, serta akreditasi nasional. Selain itu, kedua negara membahas potensi kerja sama di sektor ketahanan pangan dan perdagangan.

Lukashenko menegaskan dukungan Belarus terhadap implementasi peta jalan tersebut. Ia menyebut Indonesia sebagai mitra ekonomi penting Belarus di kawasan Asia Tenggara.

Artikel Terkait

Indonesian President Prabowo Subianto shakes hands with Russian President Vladimir Putin in Moscow's Kremlin during talks on oil supply and strategic partnership.
Gambar dihasilkan oleh AI

Prabowo to meet Putin in Moscow to ensure Russian oil supply

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

President Prabowo Subianto arrived in Moscow to meet Russian President Vladimir Putin on Monday (13/4/2026). The meeting will discuss national energy resilience, including oil supply, and global geopolitical issues. The Kremlin confirmed talks to strengthen the strategic partnership between the two countries.

Belarusian President Aleksandr Lukashenko met Indonesian President Prabowo Subianto at Istana Merdeka in Jakarta on Thursday (2/7/2026). The two leaders launched the Roadmap for Strengthening Indonesia-Belarus Cooperation 2026-2030.

Dilaporkan oleh AI

President Prabowo Subianto met Russian President Vladimir Putin for five hours in Moscow on April 13, 2026. They agreed on strategic cooperation in energy and mineral resources sectors, among others. The meeting strengthens bilateral ties between the two nations.

Indonesian Defense Minister Sjafrie Sjamsoeddin met US Defense Secretary Pete Hegseth at the Pentagon on April 13, 2026. They announced a Major Defense Partnership to advance bilateral cooperation in the Indo-Pacific. The partnership includes three pillars and over 170 annual joint military exercises.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak