Israeli 'Rising Lion' banner on the ruins of Indonesia Hospital in Gaza amid debris, with soldiers nearby.
Israeli 'Rising Lion' banner on the ruins of Indonesia Hospital in Gaza amid debris, with soldiers nearby.
Gambar dihasilkan oleh AI

Kemlu RI kecam pemasangan spanduk 'Rising Lion' Israel di RS Indonesia Gaza

Gambar dihasilkan oleh AI

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengutuk keras pemasangan spanduk 'Rising Lion' oleh militer Israel di reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Spanduk bergambar bendera Israel dengan kutipan dari kitab Taurat tersebut beredar di kanal Telegram Israel pada Senin. Tindakan itu bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Israel yang ke-78.

Militer Israel memasang spanduk bertuliskan 'Rising Lion' lengkap dengan bendera Israel di atap reruntuhan Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia, Gaza. Gambar spanduk dengan tulisan 'Lihatlah suatu bangsa bangkit seperti singa dan seperti singa ia mengangkat dirinya' muncul di kanal Telegram Israel pada Senin pekan ini. Pesan dari kanal tersebut menyebutkan, “Bataylon 9208 dari Brigade Negev sedang bersiap menyambut Hari Peringatan dan Hari Kemerdekaan di Rumah Sakit Indonesia, Jabalia.”

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kecaman keras melalui akun X @Kemlu_RI. "Indonesia mengutuk keras dan memprotes pemasangan spanduk ‘Rising Lion’ oleh Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza," bunyi pernyataan resmi Kamis (23/4). Kemlu menilai tindakan itu provokatif, tidak dapat dibenarkan, dan merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan dari solidaritas rakyat Indonesia untuk Palestina.

Rumah Sakit Indonesia merupakan fasilitas sipil untuk pelayanan kesehatan masyarakat Gaza. Fasilitas ini pernah dikepung pada November 2023, beroperasi kembali Juni 2024, dan diduduki lagi pada 2025 hingga berhenti beroperasi. Kemlu menegaskan rumah sakit harus dilindungi sesuai hukum humaniter internasional dan mendesak Israel menghentikan pelanggaran terhadap infrastruktur sipil.

Spanduk 'Rising Lion' merujuk ayat Taurat dan nama operasi militer Israel terhadap Iran pada 2025. Peringatan Hari Kemerdekaan Israel tahun ini memperingati 78 tahun sejak deklarasi negara pada 1948.

Artikel Terkait

News illustration of Israeli interception of Gaza flotilla with detained Indonesians and flags, representing Indonesia's condemnation.
Gambar dihasilkan oleh AI

Indonesia condemns israel interception of gaza flotilla

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The Indonesian government strongly condemned Israeli forces for intercepting the Global Sumud Flotilla in international waters near Cyprus on Monday. Several Indonesian nationals including journalists were among those detained in the incident.

Indonesia's Ministry of Foreign Affairs has strongly condemned Israel's attacks on Beirut and other areas in Lebanon that killed civilians and damaged infrastructure. The strikes were labeled a serious violation of international law, risking regional escalation. Indonesia demands an end to the violence and calls for de-escalation.

Dilaporkan oleh AI

Nine Indonesian citizens detained by Israeli forces during the Global Sumud Flotilla 2.0 mission arrived home on May 24, 2026. Foreign Minister Sugiono condemned the action as a violation of international law.

Three Indonesian UNIFIL peacekeepers died in two separate incidents in southern Lebanon on March 29-30, 2026. The first killed Praka Farizal Rhomadhon from a projectile near Adchit al-Qusayr, while two others perished in a vehicle explosion near Bani Haiyyan during evacuation. UNIFIL is investigating both events.

Dilaporkan oleh AI

In ongoing response to the US-Israel attack on Iran, Majelis Ulama Indonesia (MUI) and Islamic organizations renewed condemnations of military aggression and called for UN reforms during a national gathering in Jakarta on April 15, 2026. The statement, read by MUI Secretary General Amirsyah Tambunan, emphasized halting war and promoting global peace.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak