Mark Trujillo ditembak oleh seorang petugas kepolisian di Chandler, Arizona, saat sedang memperingatkan polisi mengenai keberadaan keluarganya di sebelah rumah. Peluru tersebut memutus tulang belakangnya dan menyebabkannya tidak dapat berjalan. Tinjauan CBS News mengidentifikasi lebih dari 50 kasus serupa di mana warga yang tidak terlibat tertembak oleh polisi sejak 2015.
Trujillo keluar rumah setelah petugas merespons laporan mengenai seorang tetangga yang melontarkan ancaman dengan senjata api. Rekaman kamera tubuh dan perangkat Ring menunjukkan petugas melepaskan tembakan ke arah tersangka sebelum seorang petugas lain, yang belum menerima informasi bahwa tersangka telah dilumpuhkan, justru menembak Trujillo.
Trujillo mengatakan kepada CBS News bahwa ia telah memberi isyarat dan memperingatkan petugas bahwa tembakan mereka akan mengenai rumahnya. Lima detik kemudian, ia terkena tembakan. Ia teringat saat dirinya terjatuh sementara istri dan anak-anaknya menyaksikan dari ambang pintu. Trujillo telah melayangkan gugatan senilai $50 juta terhadap Departemen Kepolisian Chandler dan pemerintah kota.
Pihak kota dan departemen kepolisian berargumen dalam dokumen pengadilan bahwa petugas tidak melakukan kelalaian. Petugas yang terlibat telah dinyatakan bersih dari kesalahan pidana, namun kasus perdata ini masih belum terselesaikan. Pengacara Benjamin Taylor, yang mewakili Trujillo, mencatat bahwa kekebalan hukum yang memenuhi syarat (qualified immunity) sering kali melindungi petugas dari tuntutan hukum semacam itu.
Tinjauan CBS News yang sama menemukan kasus-kasus tambahan di seluruh negeri, termasuk penembakan fatal pada tahun 2021 terhadap Valentina Orellana-Peralta, seorang remaja berusia 14 tahun, di dalam sebuah toko di Los Angeles. Pada bulan Mei, juri memutuskan bahwa LAPD tidak bertanggung jawab secara hukum.