IPVanish telah memperkenalkan Threat Protection Pro, fitur baru yang dirancang untuk memblokir malware bahkan ketika pengguna tidak terhubung ke VPN. Didukung oleh teknologi antivirus VIPRE, alat ini saat ini tersedia dalam beta secara eksklusif untuk perangkat Windows. Peluncuran ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan pengguna di luar penggunaan VPN tradisional.
IPVanish, layanan VPN populer, mengumumkan peluncuran Threat Protection Pro pada 2 Februari 2026. Fitur ini dirancang untuk memberikan perlindungan berkelanjutan terhadap malware, beroperasi secara efektif bahkan ketika koneksi VPN tidak aktif. Hal ini mengatasi kerentanan umum di mana ancaman dapat menyusup ke perangkat di luar sesi VPN. Inti dari Threat Protection Pro adalah teknologi dari VIPRE, penyedia antivirus terkenal. Integrasi ini memungkinkan alat tersebut untuk memindai dan menetralkan ancaman potensial secara real-time, memberikan ketenangan pikiran bagi pengguna terlepas dari status koneksi mereka. Menurut pengumuman, versi beta terbatas pada perangkat Windows, menunjukkan kemungkinan ekspansi ke platform lain di masa depan. Bagi pengguna VPN, perkembangan ini merupakan langkah menuju solusi keamanan siber yang lebih komprehensif. IPVanish memposisikan alat ini sebagai tambahan esensial untuk melindungi data sensitif di lanskap digital yang semakin penuh ancaman. Meskipun detail jadwal peluncuran penuh belum diungkapkan, ketersediaan beta menandai awal adopsi yang lebih luas. Peluncuran ini datang di tengah kekhawatiran yang meningkat tentang proliferasi malware, dengan penjahat siber menargetkan perangkat offline melalui berbagai vektor. Dengan memperluas perlindungan di luar terowongan VPN, IPVanish bertujuan menetapkan standar baru di industri.