Reaksi keras meningkat terhadap usulan pemeriksaan usia VPN di Inggris

Kritikus di Inggris menyuarakan penolakan keras terhadap usulan yang dapat membatasi akses ke jaringan pribadi virtual melalui persyaratan verifikasi usia. Rencana tersebut, yang bertujuan meningkatkan keamanan online, memicu kekhawatiran tentang privasi dan kebebasan internet. Belum pasti apakah langkah-langkah ini akan benar-benar menjadi undang-undang.

Inggris menghadapi kritik yang semakin besar atas usulan untuk memperkenalkan pemeriksaan usia pada layanan VPN, dengan para penentang menyebut inisiatif tersebut sebagai 'keputusan memalukan'. Seperti dilaporkan TechRadar, rencana ini bertujuan membatasi akses VPN, yang berpotensi membatasi kemampuan pengguna untuk melindungi privasi online mereka dan melewati pembatasan geografis. Para ahli dan pembela memperingatkan bahwa pembatasan semacam itu dapat merusak hak digital mendasar, membuat lebih sulit bagi individu untuk mengamankan koneksi internet mereka. Reaksi keras ini menyoroti ketegangan yang lebih luas antara upaya pemerintah untuk mengatur konten online demi perlindungan anak dan kebutuhan untuk mempertahankan akses terbuka ke alat seperti VPN. Meskipun usulan tersebut berasal dari perdebatan berkelanjutan tentang bahaya online, jalur menuju legislasi masih tidak jelas. Kritikus mempertanyakan kelayakan dan efektivitas pemberlakuan verifikasi usia untuk VPN, dengan argumen bahwa hal itu dapat mendorong pengguna ke alternatif yang tidak diatur. Diskusi ini menggarisbawahi lanskap yang berkembang dari kebijakan internet di Inggris, di mana keseimbangan antara keamanan dan kebebasan tetap menjadi isu yang kontroversial. Tidak ada jadwal implementasi yang ditentukan, dan pendukung langkah-langkah tersebut menekankan peran mereka dalam melindungi anak di bawah umur dari konten yang tidak pantas. Saat perdebatan semakin memanas, masa depan aksesibilitas VPN di Inggris bergantung pada keseimbangan.

Artikel Terkait

French deputies applaud in the National Assembly after approving a ban on social media for under-15s and phones in schools.
Gambar dihasilkan oleh AI

French National Assembly adopts bill banning social media for under-15s and mobile phones in high schools

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The French National Assembly approved on January 26, 2026, a government-backed bill banning social media access for minors under 15 and prohibiting mobile phone use in high schools. Introduced by Renaissance deputy Laure Miller and accelerated by President Emmanuel Macron, the streamlined measure—focusing on parental controls for the riskiest platforms—aims to protect youth mental and physical health amid years of debate.

Perusahaan induk Pornhub, Aylo, mengumumkan akan membatasi akses bagi pengguna baru di Inggris mulai 2 Februari, dengan alasan kekhawatiran terhadap persyaratan verifikasi usia Undang-Undang Keselamatan Online negara tersebut. Pengguna yang sudah ada yang telah memverifikasi usia mereka akan tetap memiliki akses. Langkah ini memprotes apa yang disebut Aylo sebagai sistem cacat yang mendorong pengguna ke situs tidak diatur.

Dilaporkan oleh AI

Jaringan pribadi virtual, atau VPN, tidak secara inheren tidak aman, tetapi memilih yang salah dapat mengekspos pengguna pada risiko. Para ahli menekankan evaluasi protokol, kebijakan privasi, dan fitur keamanan sebelum digunakan. Meskipun VPN meningkatkan anonimitas online, VPN saja tidak dapat melindungi dari semua ancaman siber.

Following Australia's landmark ban on social media for under-16s, a new German survey shows strong public backing for similar measures, with 60% in favor.

Dilaporkan oleh AI

Peneliti di Inggris memulai studi besar untuk menentukan apakah membatasi penggunaan media sosial remaja meningkatkan kesehatan mental mereka. Uji coba, yang melibatkan ribuan anak usia 12-15 tahun, akan menggunakan aplikasi untuk membatasi waktu di platform seperti TikTok dan Instagram. Hasil diharapkan pertengahan 2027, di tengah seruan yang semakin kuat untuk pelarangan di negara seperti Australia.

The Nelson Mandela Children’s Fund has raised concerns about the potential downsides of prohibiting social media access for children, following Australia's recent ban on use by those under 16. Experts emphasize the need for parental guidance and adherence to health guidelines rather than outright restrictions. South Africa is urged to carefully assess any similar measures.

Dilaporkan oleh AI

Mullvad VPN menghentikan protokol OpenVPN pada 15 Januari 2026, sebagai bagian dari pergeseran yang direncanakan lama. Pengguna mungkin mengalami masalah konektivitas tetapi dapat terus menggunakan layanan dengan mengikuti langkah-langkah tertentu. Perubahan ini menandai akhir dukungan OpenVPN untuk penyedia yang berfokus pada privasi ini.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak