TikTok meluncurkan sistem deteksi usia di Eropa

Pemerintah di seluruh dunia mendorong pembatasan akses anak-anak ke media sosial, meragukan kemampuan platform untuk menegakkan batas usia. TikTok merespons dengan mengumumkan teknologi deteksi usia baru di seluruh Eropa untuk mencegah pengguna di bawah 13 tahun bergabung. Pendekatan ini bertujuan menyeimbangkan perlindungan dengan langkah yang kurang drastis daripada larangan total.

Dorongan untuk verifikasi usia yang lebih ketat pada platform media sosial semakin kuat secara global. Pembuat undang-undang menyatakan kekhawatiran apakah perusahaan dapat menegakkan kebijakan usia minimum mereka sendiri secara andal, yang menyebabkan pengawasan regulasi yang meningkat. TikTok, pemain utama di lanskap media sosial, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menerapkan sistem deteksi usia inovatif di seluruh Eropa. Teknologi ini dirancang khusus untuk memblokir anak-anak di bawah usia 13 tahun dari membuat akun di platform, menanggapi tuntutan regulator. Meskipun metode ini tampak lebih tertarget daripada hanya melarang semua akun pemuda, metode ini tidak luput dari kritik. Para ahli menyoroti bahwa sistem semacam itu memerlukan pengawasan data pengguna yang lebih besar oleh platform sosial, yang menimbulkan masalah privasi. Perkembangan ini menandai TikTok sebagai raksasa teknologi terbaru yang beradaptasi dengan tekanan ini, mencerminkan titik balik yang lebih luas dalam cara layanan online mengelola akses di bawah umur. Inisiatif ini datang di tengah tren dunia di mana pemerintah berusaha melindungi pengguna muda dari potensi bahaya yang terkait dengan media sosial.

Artikel Terkait

CDU politician at press conference proposing 14-year age limit for social media use in Germany, with app age gates in background.
Gambar dihasilkan oleh AI

Germany’s CDU backs proposed social media age limit of 14 and tougher checks for teens

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Germany’s conservative Christian Democratic Union (CDU) has approved a party motion calling for a minimum age of 14 to use social networks, along with stricter age-verification measures for teenagers and potential fines for platforms that fail to comply.

TikTok began on Tuesday (17) making all accounts of users under 16 private, to comply with the ECA Digital. The change requires parental authorization for alterations and complements existing restrictions. The law takes effect today, but its decree was postponed.

Dilaporkan oleh AI

Indonesia plans to restrict social media access for children under 16, following Australia's lead. The new regulation targets major platforms and requires them to delete underage accounts. Implementation begins on March 28 with a phased approach.

Meta has introduced parent-managed accounts on WhatsApp, allowing children under the age of 13 to use the messaging app more safely under supervision. These accounts include controls to limit contacts and restrict certain features. The rollout will begin gradually in the coming months.

Dilaporkan oleh AI

Roblox is introducing three age-specific account types to improve safety for younger users amid growing regulatory pressure. The tiers, Roblox Kids for ages 5-8, Roblox Select for 9-15, and standard Roblox for 16 and older, will roll out globally starting mid-May or early June. Restrictions on chat and content access will vary by age group.

In a follow-up to last month's announcement of Government Regulation No. 17 of 2025 (PP Tunas)—which restricts children under 16 from high-risk digital platforms starting March 28, 2026—Cabinet Secretary Teddy Indra Wijaya met Communications and Digital Minister Meutya Hafid on Friday evening. They reviewed platform compliance, with the government warning of sanctions for non-compliance.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak