AS mundur dari organisasi kebebasan internet di tengah kekhawatiran pakar

Amerika Serikat telah mundur dari organisasi internasional yang berfokus pada kebebasan internet, memicu peringatan dari pakar hak digital. Mereka berpendapat bahwa warga Amerika harus khawatir terhadap implikasinya bagi standar digital global. Kritikus menyoroti risiko China memperoleh pengaruh lebih besar dalam menetapkan standar tersebut.

Keputusan AS untuk keluar dari organisasi kebebasan internet menuai kritik tajam dari para pembela hak digital. Pakar menekankan bahwa langkah ini dapat melemahkan upaya mempromosikan akses internet yang terbuka dan bebas di seluruh dunia. «Warga Amerika harus khawatir», ujar para pakar merespons penarikan diri tersebut. Sentimen ini menggarisbawahi kekhawatiran bahwa ketidakhadiran AS dapat memungkinkan rezim otoriter membentuk kebijakan digital internasional secara lebih agresif. Laporan yang diterbitkan pada 9 Januari 2026 menunjukkan bahwa penarikan diri menciptakan kekosongan potensial. Kritikus secara khusus menunjuk China sebagai penerima manfaat, menyarankan bahwa negara itu dapat memimpin dalam menetapkan standar global yang mengutamakan kontrol negara atas kebebasan individu. Perkembangan ini terjadi di latar belakang ketegangan berkelanjutan dalam tata kelola digital, di mana keseimbangan antara keamanan, privasi, dan keterbukaan masih diperdebatkan. Respons pakar menyoroti taruhannya bagi pengguna di AS dan di luar itu, karena badan internasional memengaruhi bagaimana internet diatur dan diakses secara global.

Artikel Terkait

Protesters in the US rally against US-Israel strikes on Iran, with global criticism including Chinese calls for de-escalation, amid images of regional conflict.
Gambar dihasilkan oleh AI

Global criticism of US-Israel strikes on Iran grows amid protests and de-escalation calls

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Following the US and Israeli strikes on Iran last weekend, which triggered Iranian counterattacks and regional fears, criticism has intensified. Chinese media labeled the actions as hegemonic, US protests erupted, and Beijing urged dialogue to ease Middle East tensions.

Chinese social media is awash with criticisms of the US, ranging from sarcastic takes on Beijing’s official line to ‘armchair generals’ advising Tehran on fighting America. Platforms are tightly controlled, with most published comments heavily critical of the United States.

Dilaporkan oleh AI

A report warns that the United States will face a “critical shortage” of China expertise within a decade, threatening policymakers' ability to manage Washington’s most consequential strategic relationship. As China experts retire and the number of Americans studying in China sharply declines, the talent gap poses a “national security and an economic competitiveness” problem.

China's foreign ministry office in Hong Kong summoned US Consul General Julie Eadeh on Friday to protest a security alert issued by the US consulate on changes to Hong Kong's national security law. The alert informed Americans that refusing to provide police with smartphone passwords or decryption access during national security investigations is now a criminal offense. Beijing expressed strong dissatisfaction and urged the US to cease interfering in Hong Kong and China's internal affairs.

Dilaporkan oleh AI

In a House Foreign Affairs Committee session, a top State Department official articulated the administration’s stance: seeking a constructive relationship with China while withholding trust. The comments come ahead of President Trump’s trip to China from March 31 to April 2, his first since returning to office, to meet with Xi Jinping. Congressional hearings reflect bipartisan concern over persistent tensions in advanced technology markets.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak