AS mundur dari organisasi kebebasan internet di tengah kekhawatiran pakar

Amerika Serikat telah mundur dari organisasi internasional yang berfokus pada kebebasan internet, memicu peringatan dari pakar hak digital. Mereka berpendapat bahwa warga Amerika harus khawatir terhadap implikasinya bagi standar digital global. Kritikus menyoroti risiko China memperoleh pengaruh lebih besar dalam menetapkan standar tersebut.

Keputusan AS untuk keluar dari organisasi kebebasan internet menuai kritik tajam dari para pembela hak digital. Pakar menekankan bahwa langkah ini dapat melemahkan upaya mempromosikan akses internet yang terbuka dan bebas di seluruh dunia. «Warga Amerika harus khawatir», ujar para pakar merespons penarikan diri tersebut. Sentimen ini menggarisbawahi kekhawatiran bahwa ketidakhadiran AS dapat memungkinkan rezim otoriter membentuk kebijakan digital internasional secara lebih agresif. Laporan yang diterbitkan pada 9 Januari 2026 menunjukkan bahwa penarikan diri menciptakan kekosongan potensial. Kritikus secara khusus menunjuk China sebagai penerima manfaat, menyarankan bahwa negara itu dapat memimpin dalam menetapkan standar global yang mengutamakan kontrol negara atas kebebasan individu. Perkembangan ini terjadi di latar belakang ketegangan berkelanjutan dalam tata kelola digital, di mana keseimbangan antara keamanan, privasi, dan keterbukaan masih diperdebatkan. Respons pakar menyoroti taruhannya bagi pengguna di AS dan di luar itu, karena badan internasional memengaruhi bagaimana internet diatur dan diakses secara global.

Artikel Terkait

French President Macron denounces US visa bans on EU DSA enforcers at tense press conference, symbolizing clash over digital sovereignty.
Gambar dihasilkan oleh AI

European backlash grows to US visa restrictions on DSA enforcers

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

French President Emmanuel Macron and EU figures denounced the US visa restrictions imposed on December 23, 2025, against former Commissioner Thierry Breton and four NGO leaders over Digital Services Act (DSA) enforcement, calling them an assault on European digital sovereignty. New details emerge on preceding X fine and US celebrations, part of ongoing series coverage.

Following President Donald Trump's executive order withdrawing the U.S. from 66 international organizations, Chinese experts and officials have sharply criticized the move as undermining global governance and U.S. credibility.

Dilaporkan oleh AI

Presiden Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menarik Amerika Serikat dari 66 organisasi internasional, banyak di antaranya berfokus pada isu iklim dan gender. Langkah ini mengikuti tinjauan yang diperintahkan Trump pada Februari dan menargetkan kelompok-kelompok yang dianggap merugikan kepentingan Amerika oleh pemerintahan. Pejabat menekankan prioritas kedaulatan AS dan prioritas ekonomi.

Pejabat Rusia telah mengeluarkan ancaman untuk memblokir akses ke semua layanan Google di seluruh negeri. Tindakan ini digambarkan sebagai 'tekanan lembut' yang menargetkan perusahaan teknologi AS. Ini merupakan bagian dari tindakan penindasan yang lebih luas dan berkelanjutan terhadap teknologi asing.

Dilaporkan oleh AI

Kritikus di Inggris menyuarakan penolakan keras terhadap usulan yang dapat membatasi akses ke jaringan pribadi virtual melalui persyaratan verifikasi usia. Rencana tersebut, yang bertujuan meningkatkan keamanan online, memicu kekhawatiran tentang privasi dan kebebasan internet. Belum pasti apakah langkah-langkah ini akan benar-benar menjadi undang-undang.

Washington and Beijing must engage on the dangers and opportunities of AI amid rapid development, or it would be irresponsible. An opinion piece highlights progress in AI and nuclear security talks but calls for sustained senior-level diplomacy.

Dilaporkan oleh AI

South Korea's trade ministry said on January 8 it will expand communications with the United States to avert potential conflicts over revisions to the country's network law. Last week, the U.S. State Department voiced "significant" concerns about a recently passed amendment to the Information and Communications Network Act, aimed at curbing false online information, warning it could spark trade tensions. To mitigate this, the ministry plans to intensify outreach on non-tariff trade barriers.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak