CEO iRobot meyakinkan pemilik vakum Roomba bahwa data mereka akan tetap di AS setelah perusahaan diambil alih oleh perusahaan China. Dalam pernyataan eksklusif, eksekutif tersebut menekankan komitmen perusahaan terhadap perlindungan data sebagai praktik bisnis inti.
Pengambilalihan iRobot, pembuat vakum robot Roomba yang populer, oleh perusahaan China telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna terkait privasi data, terutama mengingat kemampuan perangkat untuk memetakan rumah dan mengumpulkan informasi penggunaan. Sebagai tanggapan, CEO iRobot memberikan jaminan dalam wawancara eksklusif yang diterbitkan pada 1 Januari 2026.
"Data Anda tidak akan meninggalkan AS," kata CEO tersebut, menanggapi ketakutan bahwa informasi sensitif bisa ditransfer ke luar negeri. Ia lebih lanjut menjelaskan, "Kami melindungi data... itulah cara kami menjalankan bisnis," menyoroti kebijakan iRobot yang sudah mapan dalam menjaga informasi pengguna.
Pernyataan ini muncul di tengah pengawasan yang semakin ketat terhadap penanganan data di perangkat rumah pintar, terutama setelah kesepakatan korporasi lintas batas. iRobot, yang dikenal dengan teknologi pembersihan otonomnya, telah lama menekankan privasi dalam operasinya, dengan pemrosesan data berpusat di Amerika Serikat. Pengambilalihan tersebut, meskipun tidak dirinci dalam pengumuman, menekankan tantangan bisnis internasional di sektor teknologi, di mana kepatuhan regulasi dan kepercayaan pengguna sangat penting.
Tidak disebutkan jadwal spesifik untuk integrasi atau perubahan praktik data, tetapi komentar CEO bertujuan meredakan kekhawatiran segera bagi jutaan pengguna Roomba di seluruh dunia.