Chinese firms lead 2025 global humanoid robot market

A new Omdia report shows Chinese manufacturers dominated the global humanoid robot market in 2025, with Shanghai-based AgiBot leading in shipments. Worldwide shipments surged nearly 480% to 13,318 units, highlighting rapid industry growth.

In 2025, the humanoid robot market entered a phase of rapid growth. According to a report released by market research firm Omdia on January 9, Chinese companies stood out with large-scale production and delivery. Shanghai-based AgiBot shipped 5,168 humanoid robots, accounting for about 39% of the global total, ranking first worldwide in both volume and market share. Unitree ranked second.

Omdia analyst Lian Jye Su said: “Chinese vendors are setting benchmarks in large-scale production, as they have reached thousand-unit shipments in a short period, enabling the deployment of tens of thousands of robots annually.” This achievement is driven by the integration of generative AI with robotics, shifting from preset-task designs to systems capable of learning and adapting to environments, often described as 'general-purpose embodied intelligence.'

The report noted that companies including AgiBot, Unitree, and Tesla are emerging as major players in the global humanoid robot market. Worldwide shipments jumped nearly 480% in 2025 to 13,318 units. Looking ahead, Omdia forecasts that global humanoid robot shipments could reach 2.6 million units by 2035.

This progress underscores China's strong competitiveness in robotics, with five other Chinese firms also in Omdia's top 10 list.

Artikel Terkait

Elon Musk unveils Optimus Gen 3 robot at Tesla's Fremont factory, as production lines shift from Model S/X cars to 1 million humanoid robots annually.
Gambar dihasilkan oleh AI

Tesla Perkenalkan Optimus Gen 3 Saat Lini Produksi Model S/X Beralih ke 1 Juta Produksi Robot Tahunan

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Setelah mengumumkan dalam panggilan laba Q4 2025 untuk mengakhiri produksi Model S dan X pada Q2 2026, Tesla meluncurkan robot humanoid Optimus generasi ketiga pada 2 Februari 2026 melalui Weibo, mengonfirmasi rencana untuk mengalihfungsikan lini pabrik Fremont hingga satu juta unit per tahun di tengah penurunan penjualan EV. CEO Elon Musk menyoroti potensi transformatif Optimus dalam robotika.

China's vice minister of industry and information technology, Zhang Yunming, said at a January 22 press conference that the number of AI firms exceeded 6000 in 2025, with the core industry expected to surpass 1.2 trillion yuan. The sector highlighted how advanced manufacturing and AI-driven industries provided strong momentum for growth, boosting manufacturing value added by 5.9%.

Dilaporkan oleh AI

Robot humanoid yang mampu melakukan pekerjaan rumah tangga dan kerja industri mendekati ketersediaan luas, didorong oleh inovator Amerika seperti Tesla dan Agility Robotics. Mesin-mesin ini, yang menyerupai manusia dalam bentuk dan fungsi, menjanjikan penanganan pekerjaan biasa dari melipat cucian hingga membalik burger. Para ahli memprediksi integrasi mereka ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai langkah alami dalam otomatisasi.

China is leveraging high-tech manufacturing, including 3D printers, to gain a competitive edge in global markets. In 2025, exports of high-tech products rose 13.2 percent, contributing to overall export growth. Shenzhen firms like Anycubic and Elegoo are expanding overseas through innovation and cost advantages, reaching over 150 countries and regions.

Dilaporkan oleh AI

Rencana Tesla untuk memproduksi robot humanoid Optimus sepenuhnya di Amerika Serikat menghadapi hambatan besar karena ketergantungan pada pemasok China. Laporan Morgan Stanley memperkirakan bahwa mengecualikan komponen China bisa hampir melipatgandakan biaya manufaktur robot dari $46.000 menjadi $131.000 per unit. Ketergantungan ini menyoroti perpecahan yang lebih luas di industri robotika antara inovasi perangkat lunak Amerika dan dominasi perangkat keras China.

Pada pertemuan tahunan pemegang saham Tesla 2025, Elon Musk mengungkapkan rencana ambisius untuk robot humanoid Optimus, menyatakan bahwa itu akan menghilangkan kemiskinan dan menyediakan perawatan medis unggul. Pemegang saham menyetujui paket gaji berbasis kinerja Musk senilai 1 triliun dolar, yang mencakup target pengiriman satu juta unit Optimus selama dekade mendatang. Musk menyoroti potensi robot tersebut untuk mengubah ekonomi melalui kelimpahan berkelanjutan.

Dilaporkan oleh AI

A new report shows major Chinese tech firms dominating the consumer AI market. ByteDance-owned Doubao remains the top consumer AI app in the country, with DeepSeek's namesake chatbot in second place.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak