Perusahaan robotika China, EngineAI, telah mengembangkan robot humanoid yang mampu memberikan tendangan kuat ala Bruce Lee, dihargai US$150.000 dan siap produksi massal dua tahun lebih cepat dari jadwal Tesla. Sebaliknya, robot Optimus milik Elon Musk baru-baru ini berlari joging beberapa langkah tapi terjatuh saat demo sambil menyerahkan botol air. Didukung bakat teknik China dan rantai pasok, startup seperti ini mempercepat pengembangan robotika humanoid.
EngineAI, startup di Delta Sungai Mutiara China, telah menciptakan robot humanoid yang menunjukkan kemampuan fisik canggih, termasuk tendangan kuat yang mirip dengan seniman bela diri Bruce Lee. Robot ini dihargai US$150.000 dan dijadwalkan produksi massal dua tahun lebih awal dari rencana model Optimus Tesla. Perkembangan ini menyoroti kemajuan cepat China di bidang robotika, didukung oleh kumpulan bakat teknik yang luas dan rantai pasok siap pakai yang efisien di wilayah tersebut.
Sementara itu, Optimus Tesla mencapai apa yang disebut Elon Musk sebagai 'rekor pribadi' dengan berlari joging beberapa langkah, tapi pengguna web China merespons dengan bahu terangkat dan tawa. Selama demonstrasi langsung, Optimus terjatuh ke belakang saat mencoba menyerahkan botol air, yang menekankan tantangan berkelanjutan dalam stabilitas dan kelincahan. Sementara robot Amerika seperti Optimus masih terbatas di pengaturan laboratorium, perusahaan China seperti EngineAI, Xpeng, dan Agibot sedang menguji ciptaan mereka di lingkungan praktis, termasuk stadion, pabrik, dan arena bela diri.
Lonjakan ini didorong oleh inisiatif yang didukung negara yang menekankan efektivitas biaya dan skala, berpotensi mengganggu ambisi Tesla untuk dominasi global di robotika humanoid. Perusahaan China lainnya, seperti Xpeng dari Guangdong, juga maju, dengan upaya membantah rumor bahwa robot Iron mereka menyerupai manusia. Persaingan ini mencerminkan revolusi industri di robotika, di mana inovasi China mengubah fiksi ilmiah menjadi kenyataan nyata dengan kecepatan kilat.