Kualitas udara Jakarta tidak sehat, warga disarankan pakai masker

Kualitas udara di Jakarta tercatat tidak sehat pada Jumat pagi dengan indeks 154 menurut data IQAir. Masyarakat disarankan mengenakan masker saat berada di luar rumah.

Data yang diperbarui pukul 04.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM 2,5 mencapai 60 mikrogram per meter kubik. Angka ini melebihi panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 12 poin.

Partikel halus tersebut dikaitkan dengan risiko kesehatan jangka panjang termasuk kematian dini bagi penderita penyakit jantung atau paru-paru. Rekomendasi lain mencakup menghindari aktivitas luar ruangan dan menyalakan penyaring udara.

Jakarta menempati peringkat keempat kota dengan udara terburuk di Indonesia setelah Tangerang Selatan, Bekasi, dan Tangerang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan strategi pengendalian polusi hingga 2030 melalui pembangunan PLTSa dan elektrifikasi transportasi.

Artikel Terkait

Heavy rain causes flooding on Jakarta roads and neighborhoods, with BPBD teams responding.
Gambar dihasilkan oleh AI

Heavy rain floods 55 neighborhoods and 3 roads in South and West Jakarta on May 4, 2026

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

DKI Jakarta's Disaster Mitigation Agency (BPBD) recorded flooding in 55 neighborhoods (RT) across South and West Jakarta due to heavy rain on Monday, May 4, 2026. Three roads were inundated with water levels of 30-120 cm amid rising levels at key monitoring posts reaching Alert 3 status. BPBD deployed personnel for monitoring, pumping, and coordination with other agencies.

Indonesia's meteorological agency BMKG recorded Jakarta as the hottest city with 35.6 degrees Celsius in mid-March 2026. Jakarta Governor Pramono Anung Wibowo responded lightly, saying the city can be hot but hearts should stay cool.

Dilaporkan oleh AI

Indonesia's Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) has issued an early warning for light to heavy rain, possibly with lightning and strong winds, across major cities on Tuesday. Forecaster Diah Ayu R attributed this to atmospheric convergence stretching from northern Papua waters to various regions. Cities including Padang, Mataram, Palu, and Nabire face moderate to very heavy rain risks.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak