Lateks dan material menyerupai lateks tampil menonjol di sejumlah peragaan busana couture musim panas ini. Para desainer menampilkan bahan yang berkilau dan melekat di tubuh ini terlepas dari suhu udara yang tinggi. Para ahli mencatat daya tarik visualnya sekaligus tantangan yang dihadapi untuk penggunaan sehari-hari.
Tren ini muncul di Saint Laurent saat pekan mode pria di Paris, di mana Connor Storrie mengenakan sepatu bot kaus kaki lateks setinggi lutut. Rosalía kemudian tampil di New York City mengenakan tutu berbadan lateks khusus rancangan Yasmina.
Di Rick Owens, para model mengenakan tank top lateks tipis dan jubah lateks tebal. Peragaan busana musim gugur/dingin 2026 Loewe pada bulan Maret lalu menyertakan pakaian yang dicetak dari lateks, seperti gaun slip hasil cetakan 3D. Schiaparelli menampilkan potongan-potongan yang tampak seperti lateks, dengan salah satu tampilan pahatan yang terbuat dari lateks asli.
Tiffany Hsu dari Mytheresa mengatakan lateks menciptakan momen fesyen kelas atas yang berkesan karena kekuatan visualnya. Agus Panzoni dari Death to Stock mencatat akarnya dalam kancah punk dan fetish, namun menyoroti penggunaannya saat ini untuk membentuk kontur tubuh.
Adopsi secara komersial masih terbatas. Simon Longland dari Harrods menyebut lateks sebagai proposisi yang bersifat khusus (niche). Loewe akan memproduksi versi non-lateks dari beberapa atasan yang diperagakan di panggung untuk dijual.