Anggota Lovelyz, Jin, mendapat kecaman setelah komentarnya mengenai pemilu Korea baru-baru ini memicu tuduhan bahwa ia condong ke sayap kanan. Pengguna internet kemudian menyoroti bahwa ia mengikuti akun Presiden AS Donald Trump.
Jin mengunggah pernyataan tentang kekurangan surat suara selama pemilu dan menyebut bahwa memberikan suara adalah hal mendasar bagi demokrasi. Para pengamat mengaitkan kekurangan surat suara tersebut dengan wilayah-wilayah konservatif dan menginterpretasikan pernyataannya sebagai bentuk dukungan terhadap teori kecurangan pemilu yang populer di kalangan kelompok sayap kanan. Pengguna internet menelusuri aktivitas media sosialnya dan mendapati bahwa ia mengikuti Donald Trump. Berbagai komentar menyebut temuan tersebut tidak mengejutkan namun mengecewakan, dengan beberapa pihak menyinggung promosi diet ekstrem dan konten keagamaan yang pernah ia lakukan di masa lalu. Para penggemar mengungkapkan reaksi beragam di platform seperti X, menyatakan bahwa berita ini menyakitkan karena Lovelyz merupakan salah satu grup favorit mereka. Diskusi ini terus berfokus pada unggahan publik dan daftar akun yang diikuti sang idola, tanpa adanya pernyataan lebih lanjut dari sang artis maupun agensinya.