Penjualan fesyen LVMH naik 1 persen pada kuartal kedua

LVMH melaporkan peningkatan penjualan fesyen dan barang kulit sebesar 1 persen untuk kuartal kedua tahun 2026. Kenaikan ini menandai hasil positif pertama divisi tersebut setelah tujuh kuartal mengalami penurunan. Pendapatan organik grup secara keseluruhan tumbuh 3 persen menjadi €19,52 miliar.

Grup mewah tersebut mengumumkan hasil ini pada hari Senin. Pendapatan fesyen dan barang kulit mencapai €8,89 miliar, sedikit di bawah perkiraan analis untuk pertumbuhan sebesar 1,7 persen. Bernard Arnault, ketua dan CEO, mengaitkan kinerja tersebut dengan pembaruan kreatif dan pembukaan toko baru.

Divisi lain menunjukkan hasil yang beragam. Penjualan jam tangan dan perhiasan naik 11 persen, sementara ritel selektif tumbuh 6 persen. Anggur dan minuman beralkohol meningkat 5 persen, namun parfum dan kosmetik turun 1 persen. Penjualan regional naik 14 persen di Jepang dan 6 persen di Amerika Serikat.

Cécile Cabanis, kepala pejabat keuangan, mencatat bahwa konflik di Timur Tengah mengurangi pertumbuhan sekitar 1 poin persentase. Ia mengatakan bahwa Louis Vuitton dan Dior mencatatkan hasil positif pada kuartal tersebut. Laba dari operasi berulang untuk semester pertama mencapai €8,7 miliar, dengan margin operasi sebesar 22,5 persen.

Arnault mengatakan grup tersebut memasuki paruh kedua dengan keyakinan baru. Perusahaan berencana untuk mengadakan acara Journées Particulières dari tanggal 16 hingga 18 Oktober.

Artikel Terkait

Swiss luxury group Richemont reported stronger than expected sales growth in its jewelry division for the first quarter of fiscal 2027. The results highlight continued momentum in the jewelry segment amid mixed performance across the broader luxury sector.

Dilaporkan oleh AI

Swiss luxury group Richemont reported strong growth in its jewelry division for the fourth quarter of fiscal 2026. Sales across the group rose 13 percent at constant exchange rates for the three months ended March 31.

Hermès reported a 6% revenue increase in the first quarter of 2026, driven entirely by higher prices amid flat volume growth. The Middle East conflict led to a 6% sales drop in that region and a double-digit decline in its US-traded shares. Analysts view the sell-off as overdone, presenting a buying opportunity for long-term investors.

Dilaporkan oleh AI

PVH Corp. reported a 2% drop in first-quarter revenues and revised its full-year forecast downward due to ongoing challenges in Europe, the Middle East, and Africa.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak