Tanah longsor besar di fjord Tracy Arm, Alaska, pada 10 Agustus 2025 menghasilkan tsunami terbesar kedua yang pernah tercatat, dengan ketinggian gelombang mencapai 481 meter. Peristiwa tersebut memindahkan 64 juta meter kubik batuan dan menciptakan sinyal seismik berkekuatan 5,4 magnitudo.
Tanah longsor terjadi pada pukul 05.26 pagi ketika lereng gunung di atas fjord runtuh, meluncurkan batuan ke dalam air dengan kecepatan tinggi. Hal ini memicu tsunami yang melaju menuruni fjord dengan kecepatan setidaknya 70 meter per detik dan menghasilkan gelombang seiche yang terus bergejolak selama 36 jam. Para peneliti yang dipimpin oleh Dan Shugar dari University of Calgary kemudian merekonstruksi peristiwa tersebut menggunakan citra satelit, catatan seismik, laporan saksi mata, dan model komputer.