Laporan lapangan kerja bulanan AS berbeda tapi tren jangka panjang selaras

Data ketenagakerjaan bulanan dari Biro Statistik Tenaga Kerja dan ADP sering menunjukkan perbedaan dalam angka-angkanya, namun keduanya mengikuti arah yang sama dalam periode panjang. Keselarasan ini memberikan pandangan yang dapat diandalkan tentang pasar tenaga kerja AS meskipun ada variasi jangka pendek. Informasi pekerjaan sangat penting untuk memahami pengeluaran konsumen, yang mendorong sekitar dua pertiga ekonomi AS.

Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) merilis data ketenagakerjaan bulanan yang memengaruhi pasar dan keputusan kebijakan. Informasi ini memberikan wawasan tentang pengeluaran konsumen, yang bertanggung jawab atas sekitar dua pertiga aktivitas ekonomi AS, serta petunjuk tentang pendapatan perusahaan di masa depan dan kondisi ekonomi yang lebih luas. Data semacam itu memengaruhi kebijakan Federal Reserve, serta pergerakan mata uang, saham, dan komoditas. ADP, perusahaan manajemen sumber daya manusia global, memproduksi National Employment Report (NER), yang bersumber dari data penggajian real-time lebih dari 500.000 perusahaan dan lebih dari 26 juta karyawan, mencakup sekitar 20% pekerjaan swasta AS. NER berfokus pada pekerjaan swasta non-pertanian dan dirilis dua hari sebelum laporan BLS, memberikan indikator awal tren. Sebaliknya, BLS menggunakan metode survei yang melibatkan sekitar 121.000 perusahaan swasta dan lembaga pemerintah, termasuk usaha kecil dengan kurang dari 20 karyawan, yang menyumbang sekitar 45% survei establisemennya. Angka headline BLS mencakup pekerjaan swasta dan pemerintah, rata-rata 22 juta pekerja lebih banyak daripada hitungan ADP. Perbandingan yang lebih langsung muncul ketika melihat data sektor swasta BLS saja, yang hanya menunjukkan 1,26 juta pekerja lebih banyak secara rata-rata. Kedua dataset bertujuan menentukan apakah ekonomi AS sedang mengembang atau menyusut dalam hal pekerjaan. Meskipun laporan bulanan bisa berbeda, menghasilkan headline bertentangan, analisis jangka panjang menunjukkan tren serupa. Misalnya, korelasi bergulir enam bulan berfluktuasi antara nilai positif dan negatif, mencerminkan kebisingan jangka pendek. Namun, korelasi bergulir lima tahun menunjukkan hubungan positif stabil dengan variasi lebih sedikit. Metrik ketenagakerjaan ini, dikombinasikan dengan ukuran seperti tingkat pengangguran U3 dan tingkat pengangguran terselubung U6 yang lebih luas, memberikan pandangan pelengkap berguna untuk mengukur suku bunga, tindakan Federal Reserve, dan arah di pasar saham, komoditas, serta forex. 7B

Artikel Terkait

South Korean workers celebrating job growth in Seoul amid youth employment concerns.
Gambar dihasilkan oleh AI

South Korea adds 206,000 jobs in March, second straight month over 200,000

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

South Korea added 206,000 jobs in March, topping 200,000 for the second straight month. The number of employed people rose 0.7 percent from a year earlier to 28.79 million, data from the Ministry of Data and Statistics showed. Youth employment, however, declined for the 23rd consecutive month.

The United States added 172,000 jobs in May, more than double the expected figure of 85,000. The unemployment rate rose to 4.3 percent.

Dilaporkan oleh AI

Employers in the United States added 178,000 jobs in March, far exceeding economist expectations of 59,000, while the unemployment rate fell to 4.3 percent. This rebound followed a weak February, when payrolls dropped by 133,000. The White House highlighted the strong figures on social media.

The National Survey of Occupation and Employment (ENOE) reported that in March 2026, the employed population reached 60.2 million people, up 422,000 from a year earlier. The unemployment rate fell to 2.4 percent and underemployment to 6.7 percent, though labor informality held steady at 54.8 percent.

Dilaporkan oleh AI

After a 2.6% drop in economic activity in February, according to INDEC, private consultancies estimate a March recovery driven by agriculture. Equilibra forecasts a 1.5% year-on-year rise and 1% monthly desesasonalized. The first quarter would end with 0.4% growth versus 2025.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak