John Alite, seorang anggota dewan berusia 63 tahun di Englishtown, New Jersey, ditangkap pada hari Jumat atas beberapa dakwaan pemerasan dan pelanggaran korporasi. Pihak berwenang menuduhnya memberikan pinjaman ilegal dan mengancam para debitur dengan kekerasan untuk menagih pembayaran.
Jaksa Agung New Jersey, Jennifer Davenport, mengatakan bahwa dakwaan tersebut berasal dari dugaan skema yang melibatkan bisnis Alite, Straightened-Out Entertainment, Inc. Para pejabat mengklaim bahwa ia mengenakan suku bunga di atas batas hukum dan menggunakan ancaman kekerasan untuk menagih uang serta properti.
"Penangkapan ini adalah hasil dari kerja investigasi yang ketat dan kerja sama yang kuat antara Divisi Keadilan Kriminal dan Kepolisian Negara Bagian New Jersey," ujar Davenport. Ia menambahkan bahwa kantornya berkomitmen untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang menjalankan bisnis secara melanggar hukum.
Alite sebelumnya mengakui dalam wawancara dengan CBS News pada tahun 2015 bahwa ia telah melakukan 15 pembunuhan dan menembak 30 hingga 40 orang saat menjadi penegak untuk keluarga kejahatan Gotti dan Gambino. Ia menjalani masa hukuman penjara lebih dari 14 tahun sebelum dibebaskan dan kemudian meluncurkan sebuah podcast yang menceritakan masa lalunya.
Diangkat menjadi anggota dewan pada Mei 2025 oleh Wali Kota Daniel Francisco, Alite mengatakan bahwa ia menginginkan peran tersebut untuk mendukung komunitasnya setelah kematian putrinya akibat overdosis fentanil.