Pria New York dinyatakan bersalah karena menyerang pengemudi DoorDash yang tersesat

Seorang pria asal New York telah dinyatakan bersalah karena menyerang pengemudi DoorDash yang mendatangi alamat yang salah. John Reilly, 49 tahun, dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan kejahatan berat yang bermula dari insiden penembakan pada Mei 2025 di Chester, Orange County. Korban mengalami cedera parah yang mengharuskannya menjalani operasi pengangkatan dua kaki usus halusnya.

John Reilly, mantan Pengawas Jalan Raya Chester, dibebaskan dari dakwaan percobaan pembunuhan namun dinyatakan bersalah atas penyerangan tingkat pertama dengan ketidakpedulian yang keji, penyerangan tingkat kedua, dan sembilan dakwaan kepemilikan senjata ilegal pada 26 Maret. Insiden tersebut terjadi pada 2 Mei 2025, ketika pengemudi DoorDash berusia 24 tahun bernama Alpha Barry tersesat di lingkungan rumah Reilly setelah baterai ponselnya habis. Barry mendekati rumah Reilly dengan membawa pesanan pengiriman dan bertanya apakah dia yang memesannya. Reilly menyuruhnya untuk meninggalkan properti tersebut, yang dituruti Barry saat ia kembali ke kendaraannya. Saat Barry berkendara menjauh, Reilly keluar dengan membawa pistol Glock kaliber .45, melepaskan satu tembakan ke halaman depan rumahnya, lalu beberapa tembakan ke arah mobil Barry. Satu peluru mengenai punggung bawah Barry, menyebabkan cedera parah yang memerlukan operasi darurat dan pengangkatan dua kaki usus halusnya. Rekaman pengawasan dari rumah Reilly menangkap peristiwa penembakan tersebut. Istri Reilly, Selina Nelson-Reilly, menghadapi dakwaan menghalangi proses hukum dan merusak barang bukti karena diduga menghapus 17 video bel pintu pintar. Penampilan pengadilan berikutnya dijadwalkan pada 10 April. Reilly, yang sebelumnya bebas dengan jaminan, ditahan setelah putusan tersebut dibacakan. Ia terancam hukuman hingga 25 tahun penjara pada sidang vonis tanggal 18 Mei.

Artikel Terkait

Seorang sopir DoorDash berusia 41 tahun di Detroit menghadapi beberapa tuduhan setelah meninggalkan lima anaknya sendirian di mobil dengan senjata yang tidak diamankan, yang mengakibatkan putra berusia 11 tahunnya menembak mati adik perempuannya yang berusia 6 tahun. Insiden itu terjadi di tempat parkir saat ibu tersebut mengambil pesanan makanan. Pihak berwenang menggambarkan peristiwa tersebut sebagai kelalaian, yang menyebabkan trauma seumur hidup bagi keluarga.

Dilaporkan oleh AI

Seorang wanita berusia 41 tahun di Milwaukee, Wisconsin, didakwa pembunuhan disengaja tingkat pertama setelah menembak dan membunuh pria berusia 63 tahun selama pertengkaran tentang makanan pengiriman. Insiden itu berasal dari keyakinan korban bahwa seseorang mencuri pesanan ayamnya. Pihak berwenang mengatakan wanita itu mengakui penembakan tetapi mengklaim tidak ingat menarik pelatuk.

Seorang pria Florida berusia 24 tahun menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan setelah diduga menembakkan tembakan ke arah pengemudi lain selama insiden kemarahan jalanan di Miami. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu sore, membuat korban ketakutan akan nyawanya. Polisi menangkap tersangka tak lama setelah kejadian.

Dilaporkan oleh AI

Seorang pria berusia 33 tahun asal Michigan menghadapi dakwaan mengemudi secara lalai yang menyebabkan kematian dan penganiayaan anak tingkat dua setelah menabrak putri tunangannya yang berusia 3 tahun dengan mobil pikapnya. Pihak berwenang mengatakan Daniel Richard Bryant sedang berkendara di sebuah kompleks rumah mobil di Cedar Springs pada 3 April ketika anak perempuan tersebut, yang sedang berlari di samping kendaraan, tewas. Bryant menggambarkan insiden itu kepada petugas sebagai aksi balap lari di sepanjang jalan.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak