Kimiawan peraih Nobel Omar Yaghi bergabung dengan Universitas Tsinghua di Tiongkok

Omar Yaghi, yang berbagi Penghargaan Nobel Kimia 2025, telah menerima posisi pengajar di Universitas Tsinghua di Beijing untuk memimpin institut penelitian kecerdasan buatan yang baru.

Yaghi tiba di Amerika Serikat sebagai pengungsi remaja dari orang tua Palestina yang lahir di Amman, Yordania. Ia bergabung dengan staf pengajar University of California, Berkeley pada tahun 2012 dan mendapatkan pengakuan karena mengembangkan kerangka kerja logam-organik yang digunakan dalam aplikasi seperti penangkapan karbon dan pemanenan air dari udara.

Universitas Tsinghua mengumumkan bahwa Yaghi akan memimpin institut baru tersebut, yang bertujuan untuk menggunakan kecerdasan buatan guna mempercepat desain dan sintesis material canggih. Para pejabat mengatakan pendekatan ini akan menggantikan metode coba-coba tradisional.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Yaghi menggambarkan kondisi sains di AS sebagai “tidak terlalu menggembirakan” karena pemotongan dana hibah penelitian. Ia menambahkan bahwa para peneliti harus mengadopsi AI “sebagai masalah kelangsungan hidup sistem penelitian tingkat lanjut di AS.”

Selama upacara penunjukan, Yaghi mengatakan ia berharap institut tersebut akan mengembangkan material untuk mengatasi kekurangan air, netralitas karbon, dan pembangunan berkelanjutan sembari melatih para ilmuwan di persimpangan antara kimia dan kecerdasan buatan.

Artikel Terkait

Two Chinese mathematicians receiving Fields Medals at the 2026 ICM ceremony in Philadelphia.
Gambar dihasilkan oleh AI

Two Chinese mathematicians win 2026 Fields Medals

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Chinese mathematicians Deng Yu and Wang Hong received the Fields Medals at the opening ceremony of the 2026 International Congress of Mathematicians in Philadelphia on Thursday, marking the first time Chinese mathematicians have won the award.

Award-winning professor Chen Weiqiang has left New York University to join Nanjing University’s School of Biomedical Engineering. A welcome ceremony was held for him at the Suzhou campus on June 11.

Dilaporkan oleh AI

Dai Liang, recipient of a Sloan Research Fellowship, has returned to China to take up a professorship at Fudan University in Shanghai.

Researchers at EPFL have developed Synthegy, an AI framework that lets chemists guide complex molecule synthesis using simple language instructions. The system combines traditional algorithms with large language models to evaluate and rank reaction pathways. It also aids in understanding reaction mechanisms, potentially speeding up drug discovery.

Dilaporkan oleh AI

Three Chinese scientists have been removed from their positions after a whistle-blower raised questions about their research. Nankai University and Sun Yat-sen University announced the decisions.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak