Kepala NSE dorong fokus pada pertumbuhan bisnis daripada harga saham

Direktur Pelaksana dan CEO NSE, Ashish Chauhan, mendesak perusahaan untuk memprioritaskan pembangunan bisnis yang berkelanjutan dan nilai jangka panjang daripada sekadar mengejar harga saham.

Chauhan menekankan bahwa valuasi pasar harus mencerminkan kinerja dan pertumbuhan bisnis yang sesungguhnya. Ia menyarankan para pengusaha untuk berkonsentrasi pada operasi inti mereka alih-alih pada pergerakan pasar jangka pendek.

Profitabilitas dan inovasi yang konsisten tetap menjadi inti dari pesannya. Bahkan peningkatan kecil di bidang-bidang ini dapat menarik pengakuan pasar dan membuka peluang pertumbuhan yang signifikan dari waktu ke waktu.

Komentar tersebut menyoroti dorongan yang lebih luas bagi perusahaan untuk membangun nilai abadi melalui fokus operasional, bukan sekadar metrik valuasi.

Artikel Terkait

BSE trading floor during Sensex and Nifty rally on US-Iran ceasefire relief, with cheering traders amid rising indices and cautious expressions over fragile peace.
Gambar dihasilkan oleh AI

Indian markets rally on US-Iran ceasefire relief but caution persists

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indian equity benchmarks Sensex and Nifty posted their strongest single-day gains in years on Wednesday, driven by a US-Iran ceasefire that eased oil prices and inflation fears. The market capitalization of BSE-listed companies rose by ₹16.1 lakh crore. However, Asian stocks turned cautious as the ceasefire showed signs of fragility.

Top investors Ramesh Damani and Sunil Singhania say India’s fundamental growth drivers remain strong despite temporary market challenges from foreign outflows and geopolitical concerns.

Dilaporkan oleh AI

BNP Paribas analyst Kumar Rakesh has cautioned investors against viewing largecap Indian IT stocks as a straightforward value play. He points to weak FY27 guidance, AI-led disruptions, and stalled client spending as major challenges. Buybacks and dividends offer some support, but earnings risks remain high.

Indian equities have posted losses in recent sessions while markets in neighboring countries recorded gains. The divergence stems from a global surge in artificial intelligence spending that has boosted chip manufacturers elsewhere in Asia.

Dilaporkan oleh AI

Indian IT exporters have seen their stock valuations drop to levels last seen during the 2008-09 subprime crisis. The companies now trade at price-to-earnings multiples of 15 to 18 after losing nearly 30 percent in 2026. AI advancements and new competition are cited as key drivers of the decline.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak