OKA memperluas merek ke kategori kertas dinding

Merek interior rumah OKA akan meluncurkan koleksi kertas dinding baru pada April, menandai masuknya ke area dekorasi rumah tambahan. Koleksi ini menampilkan tiga pola ikonik dalam lima variasi warna, dibangun berdasarkan rentang Icons terbaru merek tersebut. Langkah ini merespons permintaan pelanggan untuk memperluas pola khas ke seluruh rumah.

OKA, merek interior rumah berbasis di Inggris, telah mengumumkan rencana untuk memperluas penawarannya melampaui furnitur dan aksesori tradisional ke kategori dekorasi rumah baru, dimulai dengan kertas dinding. Koleksi kertas dinding perdana akan diluncurkan di toko-toko terpilih dan secara online pada April. Koleksi ini mencakup tiga pola mapan—Ocellus, Areca, dan Ghini—masing-masing tersedia dalam lima variasi warna. This expansion follows the earlier this year launch of OKA's Icons range, which highlights the brand's most enduring designs in furniture, lighting, textiles, and accessories. The wallpaper patterns are drawn directly from these Icons, applying them to walls after prior use in upholstery, cushions, and homewares. Aalish Yorke-Long, Kepala Petugas Pelanggan OKA, menggambarkan inisiatif ini sebagai “momen penting bagi merek”. Ia mencatat bahwa umpan balik pelanggan secara konsisten meminta aplikasi lebih banyak untuk pola khas OKA. “Kertas dinding terasa seperti langkah alami berikutnya—ia memungkinkan pelanggan membuat pernyataan nyata dengan pola yang sudah mereka kenal dan sukai,” kata Yorke-Long. Ia menambahkan bahwa ini merupakan awal dari strategi lebih luas untuk memasuki kategori terkait di mana terdapat permintaan, sambil mempertahankan kualitas dan estetika OKA. Sue Jones, pendiri bersama dan direktur kreatif, menekankan proses pengembangan yang penuh pertimbangan. “Kami telah lama memikirkan pembuatan koleksi kertas dinding OKA, karena itu merupakan perpanjangan alami dari emporium furnitur elegan dan peralatan rumah kami, tetapi kami ingin melakukannya dengan benar,” ujar Jones. Ia menyatakan bangga dengan tiga desain pertama, yang mewujudkan keahlian dan gaya abadi merek, memastikan kertas dinding bertahan selama bertahun-tahun. Pengumuman ini datang setelah OKA berkembang secara fisik dengan lokasi baru di Redbrick Mill di West Yorkshire, Fenwick di Newcastle, dan gerai dekat Bicester Village. Perusahaan melaporkan peningkatan penjualan sebesar 29% pada kuartal terbarunya dan beroperasi melalui 12 showroom di Inggris, saluran online, serta jaringan desainer interior.

Artikel Terkait

Photorealistic image of a modern living room featuring nostalgic 1970s decor like wood paneling, bold patterns, and retro furniture, illustrating the revival of vintage home design trends.
Gambar dihasilkan oleh AI

Kebangkitan tren desain rumah tahun 1970-an menginspirasi nostalgia

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Artikel terbaru menyoroti daya tarik abadi dekorasi rumah tahun 1970-an, dari panel kayu hingga pola berani, membangkitkan nostalgia kuat di kalangan pembaca. Foto arsip dan lini produk modern menunjukkan bagaimana tren cerah ini terus memengaruhi interior kontemporer. Desainer memperingatkan terhadap kesalahan vintage umum untuk menjaga rumah terasa abadi daripada ketinggalan zaman.

Vikkaso, merek milik seniman Vikas Soni, mengintegrasikan kerajinan ke dinding, furnitur, dan arsitektur untuk menciptakan ruang naratif. Desain ini melampaui dekorasi, memengaruhi rumah seperti milik aktris Sonam Kapoor di Mumbai. Pendekatan ini memadukan seni dan fungsionalitas untuk interior berlapis dan beratmosfer.

Dilaporkan oleh AI

Pembuat karpet legendaris Obeetee telah memperluas ke ranah furnitur dan dekorasi rumah melalui peluncuran Obeetee Carpets and Homes. Lini baru ini memadukan kerajinan warisan dengan minimalisme modern, menggunakan bahan seperti jati India dan marmer Carrara Italia. Koleksi ini bertujuan memberikan pengalaman rumah holistik yang berakar pada kualitas dan ketahanan.

Freedom Tree yang berbasis di Mumbai telah meluncurkan koleksi Spring Summer 2026 berjudul Promise to the Planet, yang terinspirasi dari lanskap alam untuk membawa biru glasial, motif savana, dan nuansa bumi ke dalam rumah-rumah. Didirikan oleh Latika Khosla, merek ini menekankan desain demokratis dan optimis yang berakar pada budaya lokal. Koleksi ini menyoroti tema lingkungan melalui cetakan dan tekstil yang merayakan ekosistem yang terancam punah.

Dilaporkan oleh AI

Label mode yang berbasis di Los Angeles, Staud, telah memasuki pasar peralatan rumah tangga dengan koleksi perdana keramik, barang berbahan kulit, dan tekstil. Peluncuran ini menandai satu dekade bisnis bagi pendirinya, Sarah Staudinger dan George Augusto. Barang-barang tersebut tersedia di toko Staud dan daring, dengan harga mulai dari $75 hingga $2500.

Merek karpet asal Portugal Rug’Society telah memperkenalkan koleksi baru yang menekankan warna-warna cerah sebagai elemen struktural utama dalam ruang interior. Desain-desain ini menyeimbangkan nada jenuh dan kontras untuk memberikan jangkar visual pada ruangan tanpa mendominasi arsitektur. Karpet-karpet ini cocok untuk berbagai pengaturan, mulai dari apartemen perkotaan hingga rumah bergaya pertengahan abad.

Dilaporkan oleh AI

Raksha Sanika telah meluncurkan House of Santal, galeri seluas 8.000 kaki persegi di Midtown Manhattan yang didedikasikan untuk desain kolektibel kontemporer dari Asia Selatan. Dibuka pada Februari 2026, galeri ini menampilkan 13 desainer India dalam pameran perdananya, memadukan teknik kerajinan kuno dengan bentuk modern. Galeri ini bertujuan mengangkat pengrajin regional ke panggung internasional di tengah perubahan persepsi terhadap kreativitas Asia Selatan.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak