Laporan baru mengungkapkan bahwa 69% organisasi Jepang telah melihat dampak yang meningkat dari sumber terbuka selama tahun lalu. The State of Open Source in Japan 2025 memeriksa bidang kepemimpinan, kesenjangan tata kelola dan keamanan, serta hubungannya dengan daya saing dan tarik-menarik talenta. Ini menekankan peran sumber terbuka dalam transformasi digital.
Linux Foundation telah merilis The State of Open Source in Japan 2025, laporan yang menyoroti peran yang semakin luas dari perangkat lunak sumber terbuka dalam lanskap bisnis Jepang. Menurut temuan, 69% organisasi melaporkan dampak yang lebih besar dari inisiatif sumber terbuka dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan pertumbuhan kuat dalam adopsi dan nilainya. Laporan tersebut membahas kekuatan spesifik di mana perusahaan Jepang unggul, sambil mengidentifikasi tantangan yang persisten di bidang seperti tata kelola dan keamanan. Ini menekankan bagaimana keterlibatan yang lebih dalam dengan sumber terbuka berkorelasi dengan peningkatan daya saing dan kemampuan menarik talenta terbaik. Wawasan ini datang pada saat transformasi digital menjadi prioritas bagi bisnis di seluruh dunia, dan Jepang tampak siap memanfaatkan sumber terbuka untuk inovasi lebih lanjut. Poin kunci mencakup kebutuhan praktik yang lebih baik untuk mengatasi kesenjangan, memastikan sumber terbuka tetap menjadi aset yang aman dan dapat dikelola. Laporan lengkap, tersedia melalui Linux Foundation, menawarkan analisis rinci untuk membimbing organisasi dalam memaksimalkan manfaat ini. Publikasi ini tiba pada 7 Januari 2026, menyediakan data tepat waktu bagi pemangku kepentingan yang menavigasi ekosistem teknologi yang berkembang.