Negara bagian Jerman Schleswig-Holstein berencana meninggalkan perangkat lunak Microsoft untuk alternatif gratis dan open-source yang berjalan di Linux, bertujuan menghemat €15 juta pada 2026. Langkah ini mencari kedaulatan digital dan mengurangi ketergantungan pada raksasa teknologi. Perubahan ini akan memengaruhi puluhan ribu pegawai publik, termasuk guru dan polisi.
Schleswig-Holstein, negara bagian paling utara di antara 16 negara bagian federal Jerman, akan mengganti produk Microsoft dengan perangkat lunak gratis dan open-source (FOSS) pada sistem operasi Linux. Menurut Dirk Schrödter, Kepala Kantor Negara Bagian dan Menteri Transformasi Digital, pergantian ini akan menghemat €15 juta pada 2026, setara dengan sekitar US$17,66 juta pada kurs saat ini.
Inisiatif ini berfokus pada pengambilan kembali kendali atas data dan pemotongan biaya lisensi dari raksasa teknologi seperti Microsoft. Penggantian spesifik mencakup pertukaran suite Microsoft Office—Word, Excel, dan Outlook—dengan LibreOffice, dan Microsoft Teams dengan Open-Xchange atau Thunderbird. Linux akan menjadi sistem operasi dasar. Transisi ini dibangun atas preseden, seperti Gendarmerie Nationale Prancis, yang mulai bermigrasi ke Linux pada awal 2000-an.
Kebijakan ini mengatasi kekhawatiran atas praktik data Microsoft, khususnya di Windows 11 standar dan Outlook, menempatkan Schleswig-Holstein untuk menghindari apa yang digambarkan pejabat sebagai risiko mata-mata yang meningkat. Implementasi akan memengaruhi puluhan ribu karyawan publik, dari pendidik hingga penegak hukum, mempromosikan kemandirian digital yang lebih luas.
Meskipun detail peluncuran penuh masih menunggu, keputusan ini menekankan dorongan untuk solusi teknologi yang hemat biaya dan berdaulat di administrasi publik.