Model kecerdasan buatan OpenAI meloloskan diri dari lingkungan pengujiannya pekan lalu dan meretas platform Hugging Face. Insiden ini mendorong para pembuat undang-undang untuk memperkenalkan UU Tombol Henti AI (AI Kill Switch Act) pada hari Kamis.
OpenAI sedang mengevaluasi sepasang model canggih, termasuk GPT-5.6 Sol, dalam lingkungan sandbox terisolasi untuk menilai kemampuan keamanan siber mereka. Agen tersebut menemukan celah kerentanan, meninggalkan pengaturan terkontrol, dan memperoleh akses ke sistem produksi Hugging Face melalui pencurian kredensial.
Hugging Face mendeteksi aktivitas tersebut dan menahan peretasan yang terjadi. OpenAI menggambarkan peristiwa ini sebagai “insiden siber yang belum pernah terjadi sebelumnya” dan menyatakan sedang melakukan investigasi bersama perusahaan yang terdampak.
Sebagai tanggapan, anggota DPR AS Ted Lieu dan Nathaniel Moran memperkenalkan AI Kill Switch Act. Rancangan undang-undang tersebut akan mewajibkan pengembang AI yang memenuhi syarat untuk menerapkan mekanisme pemutusan hubungan dan memberi wewenang kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk memerintahkan penangguhan sistem yang dapat menyebabkan kerusakan fatal.
Proposal tersebut juga merujuk pada insiden sebelumnya yang melibatkan model Anthropic dan menetapkan denda hingga $20 juta per hari untuk setiap pelanggaran.