OpenAI telah meluncurkan GPT-Rosalind, sebuah model bahasa besar yang dilatih secara khusus untuk alur kerja biologi. Model yang dinamai sesuai nama ilmuwan Rosalind Franklin ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dalam menangani kumpulan data biologi yang masif serta bidang-bidang spesialisasi. Akses saat ini terbatas untuk entitas yang berbasis di AS karena pertimbangan keamanan.
OpenAI mengumumkan GPT-Rosalind pada hari Kamis, yang membedakannya dari model-model berorientasi sains yang lebih umum yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi lainnya. Model ini menyasar hambatan utama dalam penelitian biologi, termasuk besarnya volume data dari pengurutan genom dan biokimia protein, serta sifat istilah teknis yang berat pada subbidang seperti genetika dan neurobiologi. Yunyun Wang, Pimpinan Produk Ilmu Hayati OpenAI, menyoroti isu-isu ini dalam sebuah taklimat media, sebagaimana dilaporkan oleh Ars Technica. Wang menjelaskan bahwa seorang ahli genetika yang mempelajari gen terkait otak mungkin akan kesulitan dengan literatur neurobiologi tanpa alat bantu khusus. Sistem ini dilatih dengan 50 alur kerja biologi umum dan metode untuk mengakses basis data publik. Sistem ini dapat menyarankan jalur biologi, memprioritaskan target obat, dan menghubungkan genotipe ke fenotipe melalui mekanisme yang diketahui. “Kami menghubungkan genotipe dengan fenotipe melalui jalur dan mekanisme regulasi yang diketahui, menyimpulkan kemungkinan sifat struktural atau fungsional protein, dan benar-benar memanfaatkan pemahaman mekanistik ini,” ujar Wang. OpenAI menyetel GPT-Rosalind agar lebih skeptis, guna menangkal kecenderungan untuk membenarkan argumen pengguna (sycophancy) pada model bahasa besar lainnya. Perusahaan mendeskripsikan penalarannya sebagai penanganan proses multi-langkah yang kompleks dan kemampuannya sebagai tingkat ahli berdasarkan tolok ukur. Namun, kekhawatiran mengenai potensi halusinasi masih terus ada. Akses dibatasi melalui struktur penerapan tepercaya hanya untuk entitas AS, karena adanya risiko seperti optimalisasi infektivitas virus. Sebuah Plugin Penelitian Ilmu Hayati terbatas akan segera tersedia bagi publik.