Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menerima enam mahasiswa dari enam negara melalui Program Beasiswa Peradaban pada Rabu.
Para penerima beasiswa berasal dari Afghanistan, Aljazair, Nigeria, Tanzania, Pakistan, dan Bangladesh. Mereka akan menempuh studi sarjana dan magister di Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto setelah mengikuti orientasi di Jakarta.
Program ini merupakan kolaborasi PBNU dan Baznas RI yang dikelola NU Scholarship. Tujuannya memperkenalkan Islam moderat ala Nahdlatul Ulama serta memperluas jejaring akademik internasional.
Sekretaris Lakpesdam PBNU Ufi Ulfiah menyampaikan harapan agar mahasiswa memanfaatkan kesempatan untuk memahami tradisi keislaman NU. Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas Farid Septian menekankan bahwa pendidikan menjadi investasi jangka panjang bagi generasi pemimpin.