Kemarahan politik dirasakan berbeda dalam tubuh dibandingkan kemarahan sehari-hari

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa emosi yang dipicu oleh isu politik menghasilkan sensasi tubuh yang lebih kuat dan lebih luas dibandingkan perasaan yang sama dalam konteks sehari-hari. Para peneliti menyurvei hampir 1000 peserta untuk memetakan perbedaan tersebut.

Manos Tsakiris dari Royal Holloway, University of London memimpin penelitian ini. Para peserta menandai garis luar tubuh untuk menunjukkan di mana mereka merasakan kemarahan, rasa jijik, dan harapan, baik secara umum maupun setelah terpapar istilah politik seperti terorisme dan kejahatan. Peta panas yang dihasilkan mengungkapkan perbedaan yang jelas untuk versi politik dari emosi-emosi ini.

Artikel Terkait

MRI scans comparing normal and enlarged striatum in brains related to psychopathic traits study
Gambar dihasilkan oleh AI

Brain scans link larger striatum to psychopathic traits, study finds

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

MRI scans of 120 adults in the United States found that people with higher psychopathic traits had a striatum—an area involved in reward and motivation—that was about 10% larger on average than those with few or no such traits, according to a study in the Journal of Psychiatric Research.

Political cartoonists from across the U.S. have shared new works reflecting the latest developments in national politics.

Dilaporkan oleh AI

An editorial in Dala-Demokraten describes how Europe's conservatives cheer US bombs over Iran, despite alleged violations of international law. The piece accuses them of avoiding discussion of the illegal attack war by resorting to emotions.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak