Di pameran NAMM 2026, Poly Effects telah memperkenalkan prototipe pedal barunya, Hugo, yang berjalan pada Linux dan menyertakan perangkat lunak Bitwig Studio. Perangkat ini memiliki layar sentuh besar dan opsi konektivitas ekstensif, yang berpotensi memungkinkannya menghosting plugin VST. Ini menandai langkah penting dalam hardware audio modular.
Poly Effects, yang dikenal dengan pedal Beebo dan Hector yang mengintegrasikan mesin suara modular dengan port modul Mutable Instruments seperti Plaits, Clouds, dan Rings, sedang memamerkan Hugo di acara NAMM 2026 di Anaheim, California, dari 21 hingga 24 Januari 2026. Prototipe, yang dikembangkan oleh Loki Davison, muncul sebagai unit pedal yang substansial dilengkapi dengan layar sentuh besar dan 10 tombol putar, yang mungkin juga menawarkan fungsi sentuh. Gambar dari stan menunjukkan bahwa Hugo dilengkapi Bitwig Studio, stasiun kerja audio digital, bersama dengan perangkat lunak DJ gratis MIXXX. Kedua aplikasi berjalan pada Linux, menunjukkan bahwa pedal tersebut beroperasi pada kernel Linux yang mampu mendukung instalasi pihak ketiga. Pengaturan ini membuka kemungkinan menggunakan Hugo sebagai host VST untuk instrumen dan efek, memungkinkan musisi mengintegrasikan plugin yang kompatibel dengan Linux langsung ke dalam pengaturan hardware mereka di panggung. Kemampuan input dan output pedal sangat luas, termasuk 13 soket 6,3 mm, empat jack combo, dua soket XLR, catu daya built-in, dan kemungkinan dukungan MIDI. Meskipun menarik, masih ada pertanyaan tentang efisiensi daya, stabilitas sistem, lisensi plugin, dan pengelolaan latensi, karena stasiun kerja audio digital biasanya menimbulkan penundaan yang dapat memengaruhi penampilan langsung. Poly Effects belum merilis spesifikasi lengkap atau detail harga, tetapi prototipe ini mengisyaratkan alat serbaguna bagi profesional audio yang mencari modularitas canggih dalam bentuk kompak. Demonstrasi lebih lanjut dari pameran diharapkan memberikan wawasan yang lebih jelas tentang fungsinya.